Tsamara mengakui tulisan tersebut kicauannya di Twitter. Saat menulis itu, Tsamara menyebut dirinya masih berusia 18 tahun, ditulis tanpa pertimbangan rasional dan belum mempunyai afiliasi politik apapun.
"Ini sebenarnya tweet lama yang dilontarkan anak 18 tahun, baru bikin twitter, menggebu soal politik dan belum tahu apapun. Tweet-nya hanya didasari pertimbangan emosional," ujar Tsamara saat ditemui CNNIndonesia.com, Jumat (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru gabung PSI tahun 2017, jadi bagaimana mungkin ini sikap resmi PSI. Itu upaya menggoreng isu lama saja yang tidak relevan lagi hari ini," katanya.
"Lagipula niat jahat apa yang akan dilakukan anak 18 tahun. Kalau saya bilangnya (mencuitkan) baru hari ini, artinya memang saya tidak belajar," tutur Tsamara.
Ia mengaku sejak di PSI telah belajar untuk mengkritik dengan cara yang bijak dan rasional. Tsamara menyadari bahwa tulisan yang ia cuitkan saat itu sebagai proses pembelajaran.
"Saya tidak malu juga kok mengakui apa yang di-tweet-kan saya tahun 2015 itu tidak bijak," imbuhnya.
Namun ia menyatakan saat ini banyak hal yang harus diurusi alih-alih mempersoalkan cuitan tersebut.
"Saya enggak pengin mencari tahu siapa orang-orang ini karena banyak hal yang harus kita urusi. Jadi jangan bikin isu adu domba lagi seperti ini," ujarnya. (wis/sur)