Tsamara Akui Kritik ke Megawati di Twitter Didasari Emosional

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Jumat, 16/03/2018 13:45 WIB
Tsamara Akui Kritik ke Megawati di Twitter Didasari Emosional Politikus PSI Tsamara Amany mengakui pernah menulis cuitan di Twitter berisi kritik terhadap Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany angkat suara terkait beredarnya cuitan tentang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang beredar di twitter. Cuitan yang dituliskan dalam bentuk poster digital itu bertuliskan 'Megawati Tak Pantas Pimpin PDIP' dan 'Saatnya Jokowi Ambil Alih PDIP'.

Tsamara mengakui tulisan tersebut kicauannya di Twitter. Saat menulis itu, Tsamara menyebut dirinya masih berusia 18 tahun, ditulis tanpa pertimbangan rasional dan belum mempunyai afiliasi politik apapun.

"Ini sebenarnya tweet lama yang dilontarkan anak 18 tahun, baru bikin twitter, menggebu soal politik dan belum tahu apapun. Tweet-nya hanya didasari pertimbangan emosional," ujar Tsamara saat ditemui CNNIndonesia.com, Jumat (16/3).


Ia menegaskan bahwa cuitan itu tak terkait dengan kepengurusannya di PSI. Sebab, perempuan yang pernah menjadi staf magang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini baru bergabung dengan PSI pada 2017.

"Saya baru gabung PSI tahun 2017, jadi bagaimana mungkin ini sikap resmi PSI. Itu upaya menggoreng isu lama saja yang tidak relevan lagi hari ini," katanya.

Tsamara meyakini munculnya cuitan itu hanya upaya adu domba antara PSI dengan PDIP sebagai sesama pendukung Presiden Joko Widodo.

Ia mengklaim telah berkomunikasi langsung dengan pihak PDIP untuk mengklarifikasi cuitan tersebut. Menurut Tsamara, partai berlambang banteng itu telah merespons dengan baik dan memaklumi tulisan yang ia cuitkan.

"Lagipula niat jahat apa yang akan dilakukan anak 18 tahun. Kalau saya bilangnya (mencuitkan) baru hari ini, artinya memang saya tidak belajar," tutur Tsamara.

Ia mengaku sejak di PSI telah belajar untuk mengkritik dengan cara yang bijak dan rasional. Tsamara menyadari bahwa tulisan yang ia cuitkan saat itu sebagai proses pembelajaran.

"Saya tidak malu juga kok mengakui apa yang di-tweet-kan saya tahun 2015 itu tidak bijak," imbuhnya.

Tsamara menyebut tak menutup kemungkinan bagi dirinya untuk menempuh langkah hukum dengan melaporkan akun-akun yang menyebarkan cuitan lamanya tersebut ke polisi.

Namun ia menyatakan saat ini banyak hal yang harus diurusi alih-alih mempersoalkan cuitan tersebut.

"Saya enggak pengin mencari tahu siapa orang-orang ini karena banyak hal yang harus kita urusi. Jadi jangan bikin isu adu domba lagi seperti ini," ujarnya. (wis)