"Yang pertama tentang pelanggaran UU yang dilakukan KPU, jadi tentang keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) bahwa seluruh partai politik harus diverifikasi, ternyata kami sampai saat ini belum pernah diverifikasi," kata Ketua Umum Partai Idaman Roma Irama saat ditemui CNNIndonesia.com di PTUN, Jakarta, Senin (19/3).
Lihat juga:Sidang Gugatan Sengketa Pemilu Partai Idaman |
Rhoma berharap KPU tidak bersikap diskriminatif dalam membuat keputusan terhadap partainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengklaim KPU tidak pernah melakukan verifikasi terhadap data administratif yang diajukan.
Menurut dia KPU telah melakukan kesalahan dan kekeliruan, mengingat dalam Pasal 179 ayat 1 UU No. 7 Tahun 2017 pihak KPU perlu melakukan verifikasi untuk menentukan lolos atau tidaknya suatu partai.
"Pihak KPU seharusnya melakukan verifikasi terkait data foto KTP yang telah kami kirimkan dan melakukan konfirmasi ulang jika ada ketidakjelasan," ungkap dia
Persidangan yang digelar sejak pukul 10.08 WIB itu juga turut dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Pria yang sering disapa Zulhas itu mengatakan kedatangannya dalam persidangan termasuk dalam konteks pribadi dan selaku ketua MPR RI. Dia mengaku tidak takut jika niat baiknya dikatakan sebagai intervensi.
"Kedatangan saya untuk memberikan dukungan moral kepada Pak Haji (Rhoma Irama) dan Partai Idaman agar bisa lolos menjadi peserta Pemilu 2019," kata Zulhas.
Foto: CNN Indonesia/Abi SarwantoZulhas doakan Partai Idaman jadi peserta pemilu 2019 |
Selain Zulhas, ada sekitar ratusan orang pendukung partai Idaman, fans Rhoma and Soneta (forsa), perisai Idaman serta FAHMI TAMAMI (Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla indonesia) dari Jabodetabek yang turut serta mengawal jalannya sidang.
Rencanya sidang lanjutan akan digelar pada Rabu mendatang dengan agenda mendengar jawaban dari KPU selaku tergugat.
Sebelumnya PTUN secara resmi menerima berkas perkara gugatan yang diajukan partai pada tanggal 9 Maret 2018 lalu. (dal/gil)
Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto