FOTO: Kepungan Racun Sungai Citarum

Anadolu Agency, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 16:46 WIB

Jawa Barat, CNN Indonesia -- Warga di bantaran Sungai Citarum menjalani hidup penuh risiko. Sewaktu-waktu mereka dapat terkena penyakit akibat limbah yang mencemari sungai itu.

Aliran sungai Cikijing berwarna hitam akibat limbah tekstil di kampung Rancalongong, Solokan Jeruk, Bandung, Jawa Barat, 16 Maret 2018. Limbah tersebut merupakan limbah tekstil dari industri di wilayah Rancaekek, Bandung. (Anadolu Agency/Eko Siswono)
Ecep (43), aktivis lingkungan mengambil air yang tercemar limbah di salah satu lubang pembuangan limbah di Desa Suka Maju, Majalaya, Bandung, Jawa Barat. (Anadolu Agency/Eko Siswono)
Air sungai yang menghitam diduga karena 200 industri tekstil di wilayah Majalaya diduga mengaliri limbahnya ke tiga anak Sungai Citarum yakni, Sungai Sasak Bejol, Sungai irigasi Ciwalengke dan Sungai Cikacembang. (Anadolu Agency/Eko Siswono)
Anak Sungai Citarum yang tercemar parah membuat sejumlah aktivis lingkungan dari Komunitas Elingan berinisiatif memantau pembuangan limbah dari beberapa pabrik tekstil desa Mekar Sari, Ciparay, Bandung, Jawa Barat. (Anadolu Agency/Eko Siswono)
Aliran sungai Cikijing berwarna hitam akibat dialiri limbah tekstil (kiri) dan air Sungai Citarum yang belum terkena limbah (kanan) mengalir ke kampung Rancalongong, Solokan Jeruk, Bandung, Jawa Barat. (Anadolu Agency/Eko Siswono)
Limbah di Sungai Cikijing, Citarik tersebut merupakan limbah tekstil yang berasal dari industri di wilayah Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. (Anadolu Agency/Eko Siswono)
Di tengah kepungan limbah beracun, warga mencari pasir di bantaran Sungai Citarum di Desa Parigi, Ciparay, Bandung, Jawa Barat. (Anadolu Agency/Eko Siswono)
Para penambang pasir nekat terjun ke sungai  di bantaran Sungai Citarum di Desa Parigi, Ciparay, Bandung, Jawa Barat. (Anadolu Agency/Eko Siswono)
Warga di permukiman sekitar industri pabrik tekstil mengandalkan air sungai yang sudah terkontaminasi limbah pabrik untuk kebutuhan hidup sehari-hari. (Anadolu Agency/Eko Siswono)
Ganjar, 13, menderita penyakit kulit karena menggunakan air Sungai Citarum yang sudah terkontaminasi limbah pabrik untuk mandi sehari-hari di Desa Sukamaju, Majalaya, Jawa Barat. (Anadolu Agency/Eko Siswono)