Bobol Apple, 'Kolam Tuyul' Belanja Online Gratis Rp500 Juta

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 23:15 WIB
Bobol Apple, 'Kolam Tuyul' Belanja Online Gratis Rp500 Juta Ilustrasi kartu kredit. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Jawa Timur membongkar kasus pembobolan kartu kredit dengan metode spamming dan carding dengan membobol akun Apple dan Paypal. Tersangka berbelanja daring gratis di luar negeri hingga untung Rp500 juta.

Dalam aksinya, tersangka mencuri data kartu kredit milik orang lain. Data tersebut diperoleh dari data transaksi yang dijebol tersangka di akun Apple dan Paypal.

"Cukup mengetahui nomor kartu kredit, tersangka sudah bisa mengendalikan dan berbelanja secara online," ucap Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim AKBP Arman Asmara, di Surabaya, Selasa (20/3).


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan pihaknya sudah menahan tiga tersangka, yakni IIR (27), warga Pakis, Kota Malang; HKD (36), warga Balen, Kabupaten Bojonegoro; dan ZE, warga Jawa Timur.

"Tersangka tergabung dalam komunitas Facebook bernama 'Kolam Tuyul'," ucap dia.

Arman menimpali bahwa kasus ini terbongkar setelah pihaknya menerima informasi tentang peretasan terhadap akun Apple dan Paypal.

"Petugas menelusuri dan ditangkaplah IIR di Pakis, Kota Malang, pada 15 Maret 2018 lalu," katanya. Dari IIR, petugas melacak pelaku lain dan ditangkaplah HKD dan ZE di Surabaya.

Tersangka sudah beraksi sejak tahun 2016. Sudah ribuan kartu kredit mereka jebol. Kebanyakan korbannya adalah pemilik kartu kredit warga luar negeri, di antaranya warga Amerika Serikat. "Korbannya warga Amerika," ujar Arman.

Rupa-rupa barang yang dibelanjakan tersangka, lanjutnya, adalah produk-produk bernilai jutaan rupiah. Barang yang mereka beli ada dipakai sendiri, dan kebanyakan dijual kepada pemesan.

"Ada laptop, berlian, sepatu, jam tangan, dan beberapa barang lainnya. Barang buktinya ini semua nilainya Rp500 juta," tutur Arman.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 30 ayat (2) dan atau Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ada pula yang dijerat Pasal 46 ayat (2) UU ITE.


"Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara," ujar Arman.

Sebelumnya, kasus pembobolan rekening perbankan juga terjadi melalui metode skimming atau pencurian data kartu debit, diantaranya, di DKI Jakarta dan Jawa Timur. (dik/arh)