Mahyudin dan Titiek Tepis Berkonflik soal Jabatan di MPR

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Rabu, 21/03/2018 03:00 WIB
Mahyudin dan Titiek Tepis Berkonflik soal Jabatan di MPR Wakil Ketua MPR Mahyudin dan Titiek Soeharto menepis adanya konflik pribadi antara keduanya terkait polemik pergantian pimpinan MPR di Fraksi Golkar. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suasana harmonis ditunjukan oleh dua politisi Golkar, Mahyudin dan Titiek Suharto. Keduanya terlihat 'cipika-cipiki' meski tengah dihadapkan polemik pergantian pimpinan MPR di Fraksi Golkar.

DPP Golkar menetapkan Titiek sebagai Wakil Ketua MPR menggantikan Mahyudin. Ketetapan tersebut merupakan hasil rapat pleno DPP Golkar.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, keakraban yang diperlihatkan Mahyudin dan Titiek terjadi sebelum memasuki ruang sidang paripurna DPR dengan agenda melantik politisi PDIP Utut Adianto. Keduanya terlihat tiba bersama ke ruang sidang paripurna DPR.


Sebelum 'cipika-cipiki' dan berpisah masuk ke ruang sidang paripurna, Mahyudin dan Titiek sempat memberi klarifikasi soal polemik yang menimpa keduanya
Mayudin dan Titiek Tepis Berkonflik soal Jabatan Pimpinan DPRMahyudin dan Titiek memperlihakan keakraban dengan saling mencium pipi saat bertemu sebelum sidang paripurna. (CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Kepada pewarta, Mahyudin menegaskan tidak berpolemik dengan Titiek dalam menyikapi keputusan DPP Golkar yang melengserkan dirinya dari jabatan Wakil Ketua MPR. Mahyudin juga mempertegas tidak membangkang dari keputusan tersebut.

"Saya tidak dalam kapasitas mau melawan, mau membangkang," ujar Mahyudin berdiri berdampingan dengan Titiek di depang ruang sidang paripuna Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/3).


Mahyudin menilai hubungan dengan Titiek masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Ia juga menganggap Titiek layaknya kakak. Mahyudin menilai Titiek merupakan sosok yang baik dan tidak pernah mengomentari pribadi orang lain, termasuk dirinya.

"Saya sama Mba Titiek ini dari dulu kayak adeknya," ujarnya.

Mahyudin menilai polemik antara dirinya dengan Golkar atau Titiek merupakan bingkai yang dibuat oleh media sejak ketetap pergantian itu berlaku. Padahal, sacara pribadi ia menilai pergantian tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan oleh sebuah partai.

Lebih lanjut, Mahyudin menjelaskan belum adanya kesepakatan pergantian dirinya dengan Titiek karena terbentur oleh aturan UU MD3. Ia menyebut pergantian Pimpinan MPR tidak bisa dilakukan oleh partai, melainkan sikap pribadi Pimpinan MPR untuk mengundurkan diri, meninggal dunia, atau berhalangan tetap.

"Saya bilang, saya ikuti aturan dalam UU MD3. Ya terserah kalau memang pada akhirnya saya diganti sama Mba Titiek," ujarnya.


Meski legowo diganti, Mahyudin merasa pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua DPR merupakan hal yang kurang masuk akal. Pasalnya, Mahyudin secara pribadi merasa telah bekerja dengan baik.

"Kalau sekarang ini disuruh mundur, apa alasannya saya mundur? Saya tidak punya alasan mundur karena kerja juga bagus, tidak ada masalah," ujar Mahyudin.

Mahyudin menambahkan merasa yakin polemik jabatan tersebut akan selesai dan tidak ada yang dirugikan.

"Pak Ketum (ketua umum Golkar) sudah bilang semua akan indah pada waktunya. Ya mudah-mudahan buat saya, buat Mba Titiek, buat Golkar, dan buat ketum," ujarnya.

Di sisi lain, Titiek menampik jabatan Wakil Ketua MPR yang diterimanya sebagai balas budi karena mundur sebagai calon ketua umum Golkar sehingga Airlangga terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum dalam Munas Golkar akhir tahun 2017.


Menurutnya, pemberian jabatan itu merupakan keinginan Airlangga agar ada keterwakilan perempuan dalam komposisi di pimpinan MPR. Sebagai petugas partai, Titiek merasa harus mematuhi keputusan tersebut.

"Tidak ada janji-janji. Mungkin Ketum hanya ingin ada keterwakilan wanita di pimpinan lembaga tinggi negara ini. Kebetulan kemarin pleno menyetujui saya untuk bisa duduk di sana," ujar Titiek.

Meski patuh, Titiek mengaku tidak masalah jika nantinya batal menjadi pimpinan MPR. Ia merasa siap ditempatkan di jabatan apapun di DPR.

"Di mana saja ditugaskan saya terima saja. Kemarin saya di Wakil Ketua Komisi IV lalu dipindahkan ke Wakil Ketua BKSAP juga tidak ada masalah," ujarnya.

Lebih dari itu, ia berharap polemik pergantian Wakil Ketua MPR di internal Golkar segera diselesaikan. Hal itu dikaranakan Golkar akan dihadapkan oleh agenda Pilkada dan Pemilu.

"Tidak usah ribut-ribut lah. Kami satu keluarga," ujar Titiek (agi/agi)


BACA JUGA