Setya Novanto Akui KPK Susah Disuap

CTR, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 15:15 WIB
Setya Novanto Akui KPK Susah Disuap Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto mengaku bahwa sangat sulit untuk dapat menyuap KPK. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto alias Setnov mengakui sangat susah menyuap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diungkap Setnov setelah dicecar jaksa dalam sidang lanjutan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/3). Setnov dicecar jaksa soal ongkos Rp20 miliar yang disiapkannya.

"Kalau yang saya tangkap [maknanya], angka Rp20 miliar itu bisa menyuap KPK. Apakah benar?" tanya Jaksa.


Novanto langsung membantah. Dia lalu mengakui bahwa selama ini KPK susah didekati dengan uang. Akibatnya ongkos Rp20 miliar itu bukan untuk menyuap KPK.


"Mohon maaf KPK enggak ada yang bisa disuap. Susah itu bersih betul betul. Mohon maaf salah paham. Enggak ada itu pak," terang Setnov.

Setnov lalu menjelaskan ongkos itu terkait biaya untuk membayar pengacara yang membantunya menghadapi kasus korupsi e-KTP yang disangkakan kepadanya oleh KPK.

"Memang kenyataan pengacara biaya sewa itu mahal-mahal. Resmi itu pak," ujar Setnov.


Di KPK, selain kasus korupsi e-KTP, KPK pun pernah memanggil Setnov sebagai saksi dalam kasus korupsi yang menjerat mantan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

"Biaya pengacara jujur mahal pak. Saya enggak etik juga menyampaikan tapi kalau kita unjuk itu tiga orang pengacara sudah mahal. Jadi sebenarnya saya mikir tuh ya soal biaya ini memang berat," kata Setnov dala msidang yang digelar di pengadilan Tipikor itu.

Dalam sidang ini, Jaksa membeberkan bukti berupa rekaman dan transkrip percakapan. Percakapan itu diikuti beberapa orang, dua di antaranya Setnov dan terpidana korupsi e-KTP, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Transkrip percakapan itu memperlihatkan Setnov mematok ongkos Rp20 miliar bila dikejar penyidik komisi antirasuah. Tapi lagi-lagi Setnov membantah uang tersebut untuk penyidik.

[Gambas:Video CNN] (kid)