Ingatkan Soal Cak Imin, Mahasiswa Akan Bawa Durian ke Istana

DHF, CNN Indonesia | Sabtu, 24/03/2018 09:46 WIB
Ingatkan Soal Cak Imin, Mahasiswa Akan Bawa Durian ke Istana Pergerakan Pemuda dan Kemahasiswaan Bersatu berencana menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntut penyelesaian kasus 'Kardus Durian' di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/3). (Foto: CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Pemuda dan Kemahasiswaan Bersatu (PPKB) akan mendatangi Istana Kepresidenan pada Senin (26/3) dengan membawa durian.

Koordinator Umum PPKB Abullah Kelrey alias Rey mengatakan hal itu terkait dengan tuntutan mereka soal penyelesaian kasus 'kardus durian' yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

"Kita akan bawa kursi Presiden dan Wakil Presiden. Satu kursi ada foto Jokowi, satunya kosong. Kita taruh durian di kursi kosong," ujar Rey pada diskusi di Cikini, Jakarta, Jumat (23/3).


Rey menjelaskan alat peraga demonstrasi itu sebagai simbol sindiran terhadap Cak Imin yang sudah gencar mendeklarasikan diri sebagai calon Wakil Presiden bagi Jokowi.

Padahal, masih ada kasus korupsi 'kardus durian' yang menyeret dirinya sejak 2011 dan hingga kini belum terselesaikan.

PPKB menantang Jokowi untuk menemui mereka dan mengambil sikap terhadap durian di kursi wakil presiden tersebut.

"Kalau mau belah duriannya atau mau ambil durian dari kursinya? Kalau mau menegakkan janji Nawacita, silakan ambil durian dari kursinya," tantang Rey kepada mantan Walikota Solo tersebut.

Rey menolak menyebut asal kampus para peserta aksi unjuk rasa dan detail mengenai waktu demonstrasi. Dia beralasan takut ada pihak-pihak yang menyusup ke barisan demonstran.

Kasus 'kardus durian' adalah kasus korupsi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT) di Papua pada 2011. Kasus ini melibatkan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) yang saat itu dipimpin oleh Muhaimin Iskandar. Kasus ini juga melibatkan PT Alam Jaya Papua sebagai pihak swasta.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika itu melakukan tangkap tangan pada 25 Agustus 2011 dan meringkus dua anak buah Cak Imin. Yakni, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi I Nyoman Suisnaya dan bekas Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Program Kemenakertrans Dadong Irbarelawan.


KPK menangkap Kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua Dharnawati yang baru saja mengantarkan Rp1,5 miliar ke kantor Kemenakertrans. Duit itu dibungkus menggunakan kardus durian.

Uang tersebut merupakan tanda terima kasih karena PT Alam Jaya Papua telah diloloskan sebagai kontraktor DPPID di Kabupaten Keerom, Teluk Wondama, Manokwari, dan Mimika, dengan nilai proyek Rp73 miliar.

Pada persidangan di 2012, Dharnawati mengaku uang itu sebenarnya ditujukan untuk Cak Imin. Namun Cak Imin berkali-kali membantah, baik di dalam atau luar persidangan. (arh/arh)