Menanti Kabar Penerapan Ganjil-Genap di Tol Selain Bekasi

JNP, CNN Indonesia | Kamis, 29/03/2018 03:19 WIB
Menanti Kabar Penerapan Ganjil-Genap di Tol Selain Bekasi BPTJ menyatakan ganjil genap di pintu tol Bekasi efektif kurangi kepadatan, kini perhatian meluas mengenai peluang itu diterapkan di pintu masuk tol lainnya. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)
Bekasi, CNN Indonesia -- Lima belas hari telah terlewati masa sosialisasi penerapan ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Timur menuju Jakarta. Kini, perhatian pun meluas mengenai peluang ganjil-genap itu diterapkan di pintu masuk tol lainnya.

Hal itu diakui Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono saat ditemui Bambang di kawasan Gerbang Tol Bekasi Barat I, Selasa (27/3).

"Sekarang hasilnya menunjukkan angka positif, oleh karena itu kami segera membuat laporan apakah bisa diterapkan di daerah lainnya," kata Bambang.



Bambang mengatakan pembatasan plat nomor ganjil-genap selama hari kerja pukul 06.00-09.00 WIB untuk kendaraan pribadi golongan I telah berdampak positif dalam pemerataan kepadatan lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek.

Bambang menerangkan menurunnya perbandingan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan (V/C Ratio) ke angka 0,5 di Tol Jakarta-Cikampek khususnya di daerah Bekasi ke arah Jakarta pada pagi hari. Sebelumnya rata-rata ruas tol Jakarta-Cikampek sudah melebihi angka 1, padahal pada angka 0,9 saja sudah terjado kepadatan.

"Kondisi suatu jalan dengan 0,5 itu luar biasa. Nanti wartawan bisa rasakan, saya bisa mengendarai mobil saya di atas kecepatan di atas 90 km/jam," klaim Bambang.

Selain itu, Bambang juga menyebut sudah 14 persen pengendara kendaraan pribadi beralih menggunakan bus premium. Ia klaim penggunaan bus premium meningkat sebesar 40 persen semenjak pertama kali dioperasikan pada 12 Maret 2018 sebagai imbas dari penerapan ganjil-genap.

Terkait penundaan penindakan bagi pelanggar ganjil genap yang seharusnya dimulai pada 27 Maret 2018, Bambang mengatakan pihak kepolisian dan BPTJ ingin lebih banyak masyarakat yang tahu tentang kebijakan ini. Ia menargetkan akhir Maret, akan diadakan lagi rapat untuk melihat jumlah pelanggar.

"Sekarang sudah makin turun jumlah pelanggar. Artinya masyarakat sudah semakin tahu. Kalau masyarakat udah patuh dan oke, baru kita berikan bentuk penilangan. Yang penting mayoritas masyarakat harus tahu dulu," kata Bambang.


Kemarin Kepala Induk Patroli Jalan Raya Tol Jakarta-Cikampek Komisaris Polisi Deni Setiawan mengatakan pertemuan sosialisasi kebijakan ganjil genap diperpanjang hingga sebulan.

"Setelah melakukan rapat koordinasi dengan para stakeholder, sosialisasi kita akan diperpanjang selama satu bulan," kata Deni Setiawan yang ditemui di kawasan gerbang Tol Bekasi Barat I, Kota Bekasi, Selasa (27/3).

Selama satu bulan tersebut, Deni mengatakan pihak kepolisian dan seluruh pemangku kebijakan akan melakukan analisis dan evaluasi. Deni menyebut sosialisasi dalam bentuk teguran tidak akan berlangsung permanen.

"Nanti selama sebulan kita analisis dan evaluasi lagi bersama Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Dinas Perhubungan Darat baru kami akan menentukan tindakan lain lagi," kata Deni. (kid/kid)