SBY Sindir Tokoh yang Sudah Berani Pasang Foto di Baliho

Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Sabtu, 31/03/2018 16:11 WIB
SBY Sindir Tokoh yang Sudah Berani Pasang Foto di Baliho SBY menyindir tokoh yang sudah gagah berani pasang foto di baliho terkait pilpres 2019. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyindir sejumlah tokoh yang sudah memasang wajahnya di beberapa baliho dan menyatakan siap menjadi calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) di pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang.

"Tidak bisa seorang tokoh lantas dengan gagah berani memasang fotonya di billboard, di baliho, di mana-mana, siap jadi capres siap jadi cawapres," kata SBY di akun Facebook-nya pada Jumat (30/3).

Menurut SBY, Demokrat tidak akan berperilaku seperti itu. Demokrat akan menghitung terlebih dulu dengan seksama jika ingin mengajukan atau mengusung capres dan cawapres di pilpres 2019 mendatang.
SBY menegaskan Demokrat juga ingin mengajukan kader utamanya sebagai capres ataupun cawapres di pilpres 2019. Namun untuk mewujudkan hal itu Demokrat harus membuat kalkulasi yang matang.


"Mengusung capres cawapres bukan hanya soal keinignan. Tapi kalkulasikan dengan baik dan cermat. Lantas juga dengan PT (presidential threshold) 20 persen menurut UU Pemilu harus dihitung partai-partai politik mana saja yang bisa bergabung dan kemudian bisa mengusung pasangan capres-cawapresnya," kata SBY.

Sebelumnya SBY mengatakan tak akan memaksakan kehendak untuk mengajukan capres ataupun cawapres. SBY membantah jika dia memaksa menyodorkan nama Agus Harimurti Yudhono (AHY) menjadi cawapres Jokowi di pilpres 2019.
SBY menegaskan Demokrat punya rencana terkait waktu yang tepat untuk mengumumkan dukungan pada capres dan cawapres di pilpres 2019. Menurut dia, jadwal pendaftaran pasangan capres cawapres masih ada lima bulan lagi.

SBY mengisyaratkan akan mengumumkan sikap partai Demokrat di waktu-waktu terakhir jelang batas akhir pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu, kata SBY, merujuk pada pengalaman pilpres 2004, 2009, dan 2014 saat semua parpol juga mengumumkan dukungannya di waktu-waktu terkahir.

"Rakyat Indonesia sabar dulu lah, kita punya timeline dan akan umumkan pada waktu yang tepat," kata SBY.

(DAL/DAL)