GNPF Ulama Akan Laporkan Sukmawati Terkait Puisi

FAR, CNN Indonesia | Selasa, 03/04/2018 13:14 WIB
GNPF Ulama menilai kata-kata dalam puisi berjudul 'Ibu Indonesia' Sukmawati mengandung penistaan pada agama karena membandingkan azan dengan kidung. Foto: CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi
Jakarta, CNN Indonesia -- Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama bakal melaporkan putri Presiden ke-1 RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Alasan mereka melakukan itu lantaran tersinggung terkait kata-kata dalam puisi dibacakan Sukmawati pada acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya', di Indonesia Fashion Week 2018 beberapa waktu lalu.

Ketua Bidang Advokasi GNPF Ulama Kapitra Ampera mengatakan, laporan terhadap Sukmawati akan dilakukan pada Rabu (4/4) siang. Puisi dibacakan Sukmawati saat itu dinilai mengandung unsur penistaan agama karena membandingkan azan dengan kidung.

"Laporan dari tim advokasi GNPF. Jam 14.00 WIB di Bareskrim Mabes di Gambir, Jakarta Pusat," kata Kapitra kepada CNNIndonesia, Rabu (3/4).



Sebelumnya Kapitra menyatakan akan mengirimkan somasi pada Sukmawati terkait isi puisi tersebut. Dalam satu bait, Sukmawati menyebut 'kidung ibu Indonesia lebih merdu dari alunan azan'.

Selain itu, Kapitra juga menyampaikan pada malam hari ini, anggota alumni 212 akan mengadakan pertemuan guna membahas persoalan itu. Pertemuan bakal digelar di Rumah Persaudaraan Umat (Sekretariat DPP PA 212) Jalan Condet raya nomor 16 Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Iya (dihadiri) seluruh elemen. Habis Isya," kata Kapitra.

Sebelumnya Sukmawati membantah kalau puisinya itu menyinggung suku, agama, ras atau antargolongan (SARA).

"Itu suatu realita tentang Indonesia," katanya seperti dilansir dari Detikcom.


Menurut Sukmawati, sebagai seorang budayawan dia berusaha memahami pikiran masyarakat dari berbagai daerah yang memang tidak memahami syariat Islam. Misalnya di Wilayah Indonesia Timur dan Bali.

Soal kata-kata kidung ibu pertiwi Indonesia yang dinilai dibandingkan dengan azan, Sukmawati menilai hal itu sah-sah saja.

"Enggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati," kata Sukmawati.

"Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar. Sebagai panggilan waktu untuk salat. Kalau tidak ada, Akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu".

Catatan Redaksi:

GNPF Ulama memberikan hak jawab kepada CNNIndonesia.com atas pemuatan berita ini sebagai berikut:

1. GNPF Ulama pada Rabu (4/4) telah membuat laporan polisi di Mabes Polri terkait dugaan penistaan agama Islam terhadap terlapor Sukmawati Soekarno Putri sebagaimana Tanda Bukti Lapor No. LP/455/IV/2018 Bareskrim tanggal 4 April 2018 atas nama pelapor Dedi Suhardadi, S.H., S.E., sebagai Advokat GNPF Ulama.

2. Ketika berita ini dimuat, Kapitra Ampera tidak lagi menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi GNPF Ulama sehingga pernyataannya dalam berita ini tidak bisa dianggap mewakili baik Tim Advokasi GNPF Ulama maupun GNPF Ulama.

CNNIndonesia.com telah menayangkan berita lanjutan yang mengklarifikasi bahwa GNPF Ulama tetap melaporkan Sukmawati Soekarno Putri.
(ayp/sur)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK