Diprotes, Perempuan Pemilik 11 Anjing Damai dengan Tetangga

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 04/04/2018 00:50 WIB
Diprotes, Perempuan Pemilik 11 Anjing Damai dengan Tetangga Ilustrasi anjing peliharaan. (oritslama/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Hesti Sutrisno, perempuan berhijab dengan cadar yang dikenal sebagai pemelihara 11 anjing diprotes dan dihampiri oleh ibu-ibu yang merupakan tetangganya di kediamannya di Pamulang, Tangerang Selatan. Kediaman Hesti pun sempat diamankan oleh pihak kepolisian.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdi Iriawan mengatakan Hesti diprotes lantaran anjing-anjing yang dipeliharanya dinilai mengganggu masyarakat sekitar. Protes itu pun sudah diselesaikan dengan proses mediasi.

"Masalah sama tetangga yang terganggu dengan hewan peliharaannya. Ibu-ibu semua ya semacam komplain lah tapi sudah dimediasi, sudah clear," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (3/4).


Kanit Reskrim Polsek Pamulang Iptu Hitler menambahkan pihaknya kini masih berada di kediaman Hesti. Dia membantah jika Hesti mengalami persekusi atau tindak kekerasan dari warga sekitar.

Hitler mengatakan warga sekitar meminta Hesti untuk mengurangi jumlah anjing yang dimilikinya.

"Enggak ada (persekusi), hanya warga sekitar yang meminta untuk mengurangi anjing supaya jangan banyak-banyak karena dianggap menggangu, ribut," tuturnya.

Nama Hesti mulai dikenal beberapa hari terakhir karena memelihara 11 ekor anjing. Video perempuan berhijab dan cadar dengan anjing-anjing peliharaannya itu kemudian viral di media sosial.

Belasan anjing peliharaannya itu dirawat usai ditemukan terluka dan kelaparan. Dia memutuskan memelihara anjing-anjing itu dan merawatnya dengan baik.

Tidak hanya memelihara 11 anjing, Hesti juga memelihara tiga ekor musang, delapan ekor burung, dan 32 ekor ayam serta beberapa ekor kucing di kediamannya.

Berdasarkan hasil kesepakatan dengan warga, Hitler mengatakan Hesti bersama suaminya Reno akan mengurangi jumlah hewan peliharaan di rumahnya. Hal itu supaya tidak menimbulkan protes dan masyarakat tidak lagi merasa terganggu.

"Setelah mediasi dan difasilitasi juga oleh Ketua RT Hasim Maskur, warga dan yang bersangkutan dengan kesepakatan mengurangi jumlah anjing, kucing, musang dan ayam," tutur Hitler. (osc)