Denny mengaku telah memaafkan Sukmawati, tetapi katanya, proses hukum akan terus dilanjutkan.
"Tetap lanjut, saya tidak akan cabut (laporan). Kalau Sukmawati minta maaf, saya maafkan tapi biarkan proses hukum tetap berjalan," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia sendiri mengaku sudah menunjuk kuasa hukum dari kantor advokat Nugroho Djayusman untuk melanjutkan kasus tersebut.
Senada dengan Denny, Amron juga mengaku tidak akan mencabut laporan kepolisian yang telah diterima Polda Metro Jaya. Dia menilai hal tersebut untuk pembelajaran kepada masyarakat supaya tidak lagi menyinggung persoalan agama.
Amron juga mengaku akan menggunakan kuasa hukum dari kantor Nugroho Djayusman untuk laporannya tersebut.
"Saya pribadi sampai detik ini masih tetap bertekad meneruskan laporan kepolisian yang sudah masuk, biarkan proses hukum tetal jalan, ini buat pembelajaran yang lain agar mereka yang senang berkata kurang baik bisa menahan diri," tuturnya.
Keduanya hingga kini mengaku belum mendapatkan kabar dari pihak kepolisian terkait waktu untuk berita acara pemeriksaan (BAP).
Laporan Denny telah diterima dengan LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 3 April 2018. Sementara laporan Amron terdaftar dengan LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 3 April 2018.
Dalam laporan tersebut Sukmawati dikenakan Pasal 156 A KUHP tentang Penistaan Agama Islam. Sementara dalam laporan Denny, Sukmawati dikenakan Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.