Hasto Singgung Pemimpin Karbitan, Demokrat Bantah AHY Menteri

Joko Panji Sasongko & Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Sabtu, 07/04/2018 05:30 WIB
Hasto Singgung Pemimpin Karbitan, Demokrat Bantah AHY Menteri Hasto bantah sudah ada kesepakatan antara Demokrat dan PDIP di pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto belum mau mengungkapkan kepastian Partai Demokrat bergabung mendukung koalisi Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

Hasto juga menepis jika sudah ada kesepakatan untuk menjadikan Ketua Komando Tugas Bersama (Kosgama) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai menteri dalam kontrak politik koalisi nanti. Hasto menegaskan tidak ada pembahasan soal calon wakil presiden (cawapres) dengan Demokrat. 

"Tidak ada bicara menteri, tidak ada cawapres," tegas Hasto saat berkunjung ke redaksi CNNIndonesia, Kamis (5/4).



Hasto mengingatkan jika kepemimpinan tidak bisa dipaksakan. Termasuk jika bicara calon pemimpin nasional, Hasto menilai tidak bisa dijawab dengan calon yang berangkat dari hasil instan atau karbitan.

Menurut Hasto, jangankan di tingkat nasional, di tingkat partai politik pun seharusnya kader harus melalui ujian yang panjang untuk mencapai ketua partai daerah hingga posisi sekretaris jenderal (sekjen) partai.

"Kita tidak mau pemimpin nasional dari hasil karbitan. Semua harus mengalami ujian yang panjang dulu. Bukan tiba-tiba datang dan minta jabatan langsung mau tinggi," kata Hasto.

Kendati demikian, Hasto mengatakan walau ada pembeda antara Demokrat dan PDIP bukan tidak mungkin keduanya akan berkoalisi di tingkat nasional. Tak hanya Demokrat, koalisi PDIP dengan partai lain seperti PAN, PKS atau Gerindra di tingkat daerah menurut Hasto terbukti berhasil dan memenangkan pemilu.

"Jadi nanti koalisi di daerah itu bisa mengerucut ke nasional yang akan membentuk poros di pilpres 2019," kata Hasto.

Demokrat disebut akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019 dengan menempatkan AHY sebagai menteriFoto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Demokrat disebut akan mendukung Jokowi di Pilpres 2019 dengan menempatkan AHY sebagai menteri
Di tengah kondisi PDIP-Demokrat yang sempat memanas pasca polemik KTP elektronik (e-KTP), Hasto mengakui belum lama ini bertemu dengan Sekjen Partai Demokrat untuk membicarakan banyak hal. Menurut Hasto dalam melakukan konsolidasi politik harus dipisahkan terkait apapun yang berkaitan dengan masalah pribadi.

"Bu Megawati Soekarnoputri juga mencontohkan bedakan antara urusan politik, negara, dan pribadi. Makanya tandatangannya ada dua. Kami juga dengan Demokrat begitu, saya baru ketemu Hinca ngobrol-ngobrol," kata Hasto.

Menurut Hasto, komposisi capres cawapres akan diumumkan PDIP pasca perhelatan pilkada serentak Juni 2018 nanti.


Terpisah, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto membantah SBY menawarkan AHY sebagai menteri jika Demokrat mendukung Joko Widodo di Pilpres tahun 2019.

Menurutnya, SBY sangat bijaksana dalam mengambil keputusan politik bagi Demokrat, terutama terkait dengan Pilpres tahun 2019.

"Kami yakin Pak SBY itu sangat pruden, sangat tepat mengambil suatu keputusan. Sehingga Pak SBY tidak mungkin yang namanya menawar-nawarkan," ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (6/4).


Agus mengatakan tawaran AHY sebagai menteri jika Jokowi terpilih sebagai Presiden periode 2019-2024 merupakan sebuah wacana. Pasalnya ia mengaku Demokrat masih mengkaji posisinya di Pilpres tahun 2019.

Sejauh itu, Agus mengaku Demokrat masih mangkaji posisi Demokrat di Pilpres tahun 2019. Ia mengaku Demokrat masih punya waktu panjang batas waktu pendaftaran capres dan cawapres pada Agustus tahun 2018.

"Hari ini masih ada keputusan dan masih ada beberapa pilihan. Pilihannya bisa membentuk poros ketiga, bisa juga berbagung dengan incumbent atau pasangan lain," ujarnya.


Lebih dari itu, ia menegaskan wacana pembentukan poros ketiga dilakukan dengan serius oleh demokrat. Hal itu diklaim terlihat dari sejumlah komunikasi politik dengan parpol yang belum menentukan arah politknya di Pilpres tahun 2019.

Akan tetapi, Agus menambahkan keseriusan membentuk poros ketiga tidak menutup peluang Demokrat merapat ke Jokowi atau capres lain.

"Kami semuanya sangat serius dan memang kami semuanya belum menuju ke arah situ. Kami belum dicapai kesepakatakan apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan pilpres dan pemilihan wapres," ujar Agus.


Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengungkapkan jika SBY akan membawa Demokrat untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Beredar kabar jika SBY akan meneken kesepakatan dukungan dengan syarat menempatkan AHY sebagai menteri.

Tak hanya PPP, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yursil Ihza Mahendra juga yakin SBY akan merapat ke Jokowi.


Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah menyinggung soal adanya rumor soal AHY yang disodorkan menjadi cawapres untuk Jokowi. Menurut SBY, informasi itu akan menggangu hubungan baiknya dengan Jokowi. Belakangan, SBY juga kerap memuji Jokowi dan memberi masukan soal cara menyiasati kondisi ekonomi yang menjadi sorotan. (DAL/DAL)