Taruhan Jabatan Luhut Perangi Pencemar Citarum

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 06/04/2018 21:45 WIB
Taruhan Jabatan Luhut Perangi Pencemar Citarum Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta, 2016. (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berani mempertaruhkan jabatannya demi memproses hukum dugaan pelanggaran pengelolaan limbah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

"Kalau ada yang melanggar [aturan pengelolaan limbah], tidak ada urusan lain, kami tindak. Saya pertaruhkan jabatan saya kalau ada yang macam-macam!" cetus Luhut, saat menutup seminar 'A Call for Comprehensive Water Strategy in the Citarum Watershed', di Gedung BPPT, Jumat (6/4).

Salah satu bentuk pelanggaran yang membuat Luhut jengkel adalah pelanggaran pemasangan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Padahal, negara sudah mengaturnya dalam Undang-Undang No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah ‎No 105/2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.


Selain itu, pelaku usaha juga bisa memasukkan ongkos pengadaan IPAL ke dalam struktur biaya produksi.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, setidaknya terdapat 1.900 industri sepanjang DAS Citarum. Sebanyak 90 persen di antaranya tidak memiliki IPAL yang memadai dan menghasilkan limbah cair sebanyak 340 ribu ton per hari.

Menurut Luhut, pembiaran ini terjadi akibat belum ada sanksi yang tegas serta penyuapan.

"Hari ini saya punya mandat, kita harus perang melawan itu," ujarnya.

Selanjutnya, Luhut mengintruksikan aparat penegak hukum untuk berani menindak perusahaan-perusahaan besar jika terbukti melanggar pengelolaan limbah, tidak hanya menindak yang kecil-kecil.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini juga mengingatkan bahwa persoalan kerusakan lingkungan DAS Citarum merupakan persoalan bersama dan menentukan masa depan bangsa. Pasalnya, Sungai Citarum merupakan sumber air minum dan pangan bagi warga.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, Presiden Joko Widodo telah menunjuk Luhut sebagai Ketua Tim Pengarah Tim DAS Citarum.

Luhut akan dibantu oleh tiga Wakil Ketua yakni Menkopolhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (arh)