"Kalau ada yang melanggar [aturan pengelolaan limbah], tidak ada urusan lain, kami tindak. Saya pertaruhkan jabatan saya kalau ada yang macam-macam!" cetus Luhut, saat menutup seminar 'A Call for Comprehensive Water Strategy in the Citarum Watershed', di Gedung BPPT, Jumat (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, setidaknya terdapat 1.900 industri sepanjang DAS Citarum. Sebanyak 90 persen di antaranya tidak memiliki IPAL yang memadai dan menghasilkan limbah cair sebanyak 340 ribu ton per hari.
"Hari ini saya punya mandat, kita harus perang melawan itu," ujarnya.
Selanjutnya, Luhut mengintruksikan aparat penegak hukum untuk berani menindak perusahaan-perusahaan besar jika terbukti melanggar pengelolaan limbah, tidak hanya menindak yang kecil-kecil.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini juga mengingatkan bahwa persoalan kerusakan lingkungan DAS Citarum merupakan persoalan bersama dan menentukan masa depan bangsa. Pasalnya, Sungai Citarum merupakan sumber air minum dan pangan bagi warga.
Luhut akan dibantu oleh tiga Wakil Ketua yakni Menkopolhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (arh/wis)