Kontroversi Puisi Sukmawati, Banten 'Bergejolak'

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 06/04/2018 22:14 WIB
Kontroversi Puisi Sukmawati, Banten 'Bergejolak' Ribuan orang dari 180 ormas yang tergabung dalam FPUIB melakukan aksi unjuk di Alun-alun Kota Serang terkait kontroversi puisi Sukmawati Soekarnoputri. (CNN Indonesia/Yandhi).
Serang, CNN Indonesia -- Ribuan massa aksi dari 180 organisasi Islam yang tergabung dalam Forum Persatuan Umat Islam Banten (FPUIB) melakukan demonstrasi terkait kontroversi puisi 'Ibu Indonesia' karya Sukmawati Soekarnoputri. Mereka melakukan aksi di Alun-alun Kota Serang, Banten, setelah long march dari Masjid Agung Ats-Tsauroh.

Dalam aksi ini, para pengunjuk rasa meminta pihak kepolisian berlaku adil dalam melakukan proses hukum atas dugaan penodaan agama Islam yang dilakukan oleh Sukmawati.

"Jadi kami ingin aparat penegak hukum bersikap tegas, cepat dan adil. Jadi sudah pantas untuk dipenjarakan dan dihukum seadil-adilnya," kata Zainal Arifin, Pimpinan FPUIB yang juga koordinator aksi, di sela-sela demonstrasi, Jumat (6/4).



Sementara itu di tempat terpisah, 20 kyai dan ulama Banten melakukan silaturahmi ke Markas Polda Banten. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan keluh kesahnya atas dugaan penodaan agama Islam yang terus terjadi di Indonesia.

"Kami berharap hal-hal yang terkait dengan penodaan agama, tidak terjadi lagi baik di Banten maupun di Indonesia," kata Ardani, pimpinan Ponpes Ardaniah Kota Serang, Banten.

Ulama dan kyai yang mendatangi Mapolda Banten itu di antaranya Jawari (Ketua Ikatan Santri Salafi Kota Serang), Ali Mustofa (FSPP Banten), Wari (Forum Umat Islam Banten), Mansyur Wahyidin (Ketua GNPF MUI Banten), dan Dimyati (Ponpes Darul Khaerot Kabupaten Serang).


Para tokoh agama Islam di Banten itu berharap, Indonesia bisa hidup tentram, nyaman dan penuh toleransi. "Kami masyarakat Banten mendambakan kehidupan yang nyaman dan aman," ujar dia.

Adapun kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan menjaga kondusifitas suasana. Jika ada yang tak senang, lebih baik melakukan pelaporan, dibandingkan berunjuk rasa.

"Terkait masalah isu penodaan agama, jika para alim ulama menginginkan membuat laporan disilakan, tetapi karena lokus delictinya bukan di wilkum Polda Banten, sehingga nanti laporannya kami kirimkan ke Mabes Polri," kata Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo. (yan/osc)