"Saya tuh enggak ada korelasinya sama mereka, korelasinya enggak ada, relevansinya juga enggak ada sama mereka," kata Djamal di gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/4).
Djamal datang ke markas antirasuah untuk meminta perubahan jadwal pemeriksaan. Sedianya mantan anggota DPR dari Fraksi Hanura itu akan diperiksa Jumat (13/4), namun meminta diganti menjadi Senin (16/4) pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Ketua Komite Wasit Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu kembali menegaskan tak pernah ikut menekan Miryam bersama Setnov, sebagaimana yang tertuang dalam surat tuntutan mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
"Bukan saya ngebantah, pokoknya saya ngomong apa adanya, faktanya, itu sudah. Setiap apa yang disampaikan itu kan pasti kan ada tempat TKP-nya, dimana saya ngancam, kapan saya ngancam, kapasitas saya apa," ujarnya.
Sebelumnya, dalam persidangan Setnov, jaksa KPK menyebut Setnov bersama-sama Djamal serta mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap, anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, dan anggota DPR dari Fraksi NasDem Akbar Faisal menekan Miryam agar mencabut seluruh keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Tindakan penekanan yang dilakukan Setnov, Djamal, Chairuman, Markus, dan Akbar Faisal kepada Miryam itu dilakukan di awal 2017, menjelang pembacaan surat dakwaan mantan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto.
Setnov Cs menjamin Miryam tak akan menjadi tersangka di KPK bila mau mencabut seluruh keterangannya dalam BAP. Atas penekanan tersebut Miryam, yang telah menjadi terpidana memberikan keterangan palsu dalam persidangan itu benar-benar mencabut seluruh keterangannya dalam BAP.