Rumah DP Nol Rupiah Klapa Village Belum Bisa Dipesan 16 April

SAH, CNN Indonesia | Rabu, 11/04/2018 18:40 WIB
Rumah DP Nol Rupiah Klapa Village Belum Bisa Dipesan 16 April rumah DP nol rupiah di Klapa Village belum bisa dipesan 16 April sebagaimana dijanjikan Pemprov DKI. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah dengan uang muka (down payment/DP) nol rupiah Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur belum pasti bisa dipesan oleh masyarakat pada 16 April 2018 mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu pengunjung Marketing Gallery Klapa Village, Dewi Mustika (43). Ia mendapatkan informasi tersebut dari salah satu petugas pusat informasi Marketing Gallery Klapa Village.

Dia mengaku melihat pemberitaan di media yang menyebutkan rumah DP nol rupiah andalan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno ini sudah bisa dipesan tanggal 16 April.


"Makanya saya ke sini, ternyata tadi pas ditanya ke situ (pusat informasi) itu belum pasti tanggal segitu, nanti katanya tunggu akhir April atau awal Mei 2018," kata ibu rumah tangga itu saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, di Pondok Kelapa, Jakarta, Rabu (11/4).


Menurut salah satu pegawai pusat informasi, kata Dewi, pemesanan hunian murah tersebut baru dibuka setelah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terbentuk.

Namun, pemerintah provinsi DKI Jakarta batal membentuk BLUD. Sebagai gantinya pemprov akan membentuk Unit Pelayanan Teknis (UPT) guna mengelola hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tersebut.

Dewi mengeluhkan ketidakpastian tanggal pemesanan ini. Ia bahkan sudah tiga kali mengunjungi Marketing Gallery Klapa Village untuk mencari informasi dan memesan satu unit hunian di sana.

"Pasti begitu loh (tanggal pemesanan) mas, jangan bolak-balik ke sini kita dapat informasinya enggak pasti. Tadi saya tanya ke sana belum pasti, pastinya kapan April belum tentu, Mei ya mungkin Mei awal, informasinya saja masih seperti itu jadi kan bikin kita bolak-balik," tutur dia.

Ibu satu anak ini berharap Anies selaku Gubernur dapat memenuhi janjinya untuk menyediakan hunian murah bagi warga ibu kota.


Pasalnya, Dewi sangat mengidam-idamkan memiliki rumah sendiri. Selama ini, ia bersama satu orang anak dan suaminya tinggal di rumah orang tuanya di daerah Asem Baris, Tebet, Jakarta Selatan.

"Ya belum punya rumah, inginnya punya rumah sendiri di sini, karena dekat dengan tempat kerja suami (di daerah Cikarang, Jawa Barat) dan sekolah anak (di Kelapa Gading, Jakarta Utara)," ujarnya.

Ketidakpastian waktu pemesanan ini juga diakui salah satu pegawai pusat informasi Klapa Village yang enggan menyebutkan namanya. Sampai sejauh ini belum ada informasi pasti mengenai waktu pemesanan rumah DP nol rupiah Klapa Village tersebut.

Nantinya rumah DP nol rupiah ini akan ada sebanyak satu tower di Klapa Village dan akan diisi sebanyak 703 unit rumah. Dengan rincian 513 unit seluas 36 meter persegi berisi dua kamar, serta 190 unit seluas 21 meter persegi dengan satu kamar.

Untuk rumah seluas 36 meter persegi akan dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Sementara rumah dengan luas 21 meter persegi hanya dilengkapi satu kamar tidur dan satu kamar mandi.


Masyarakat perlu membayar Rp1,2 juta per bulan untuk unit rumah 21 meter dan Rp2,1 juta untuk ukuran 36 meter. Dengan cicilan tersebut, masyarakat hanya mendapatkan satu unit rumah kosong tanpa dilengkapi dengan furnitur.

Sebelumnya, Kepala Disperkim DKI Agustino Darmawan menargetkan pembentukan UPT dapat rampung pada pertengahan April 2018 ini. Agustino pun akan meminta persetujuan Gubernur Anies Baswedan untuk meneken peraturan gubernur (pergub) soal pembentukan UPT.

"Tanggal 16 April harus sudah ditandatangani gubernur pembentukan UPT," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Selasa (10/4).

Dengan rampungnya pembentukan UPT, Agustino memastikan warga bisa mulai memesan rumah DP nol rupiah yang sudah dibangun Pemprov DKI di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (osc)