Miras Oplosan Maut di Bandung Dicampur Bahan Baku Spiritus

hyg & CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 09:44 WIB
Miras Oplosan Maut di Bandung Dicampur Bahan Baku Spiritus Salah satu zat berbahaya yang dijadikan campuran minuman diduga adalah metanol. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Jakarta, CNN Indonesia -- Minuman keras oplosan yang menewaskan puluhan orang meninggal di Kabupaten Bandung, Jawa Barat diduga mengandung metanol yang biasa dipakai sebagai bahan baku spiritus. Metanol inilah yang diduga meracuni tubuh korban hingga ada yang meregang nyawa.

"Kalau kita lihat dari gejala korban mengalami mual, muntah, hingga pandangan kabur itu biasanya diperlihatkan oleh metanol," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Jabar Ismirni, di kantorrnya, Rabu (11/4) malam.


Metanol, menurut Ismirni, apabila akan terurai dalam tubuh akan menjadi asam format.


"Kalau positif metanol. Itu zat yang digunakan bahan bakar seperti spiritus," ujar Ismirni.

Menurutnyai, gejala orang keracunan metanol dibagi menjadi empat fase. Pertama yakni terjadi penekanan terhadap sistem saraf pusat selama 30 menit sampai dua jam setelah terpapar.

Fase berikutnya tanpa gejala dengan durasi 48 jam setelah minum menunjukkan tanda-tanda keracunan


"Karena alkohol ini ada yang bisa ditoleransi tubuh. Sehingga wajar ada yang langsung meninggal, ada yang dua hari baru meninggal," ujar Ismirni.

Fase ketiga yaitu pasien menunjukkan gejala muntah, mual, pusing dan pandangan kabur. Fase inilah korban bisa diambil darahnya untuk kemudian dicek buat mengetahui kandungan metanol dalam tubuh.

"Pada fase ketiga ini di mana terjadi asidosis metabolik berat, biasanya terjadi sudah melebihi dua hari. Metanol sudah dimetabolisir menjadi asam format," ujarnya.

"Jadi sudah terurai oleh enzim tubuh, nah inilah yang menyebabkan asidosis meningkat keasaman. Asidosis meningkat dalam darah ini yang diambil, dicek di laboratorium benar enggak ada asam format dalam darahnya. Kalau ada berarti metanol," ujar Ismirni.


Sedangkan fase keempat yakni tahapan di mana seseorang mengalami toksisitas pada mata diikuti kebutaan hingga berujung kematian. Fase ini terjadi setelah dua hari.

Kepala Dinkes Jabar Dodo Suhendar mengatakan, jika terdapat metanol dalam kandungan miras, hal itu sangat membahayakan.

"Metanol tanpa diminum saja sudah merusak, apalagi dengan yang murni diminum, bisa merusak organ-organ vital," ujarnya.