Miras Oplosan Banten Banyak Diracik Tukang Jamu

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 16:40 WIB
Miras Oplosan Banten Banyak Diracik Tukang Jamu Barang bukti minuman keras oplosan, di Polres Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (11/4). (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Minuman keras (miras) oplosan di Kota Serang, Banten, disebut banyak dibuat oleh tukang jamu. Mereka menjajakan dagangannya sejak sore hingga malam hari.

"Miras oplosan biasanya dibuat di tukang jamu," kata AKBP Komarudin, Kapolres Serang Kota, saat ditemui di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis (12/04/2018).

Meski peredaran minuman beralkohol terbilang marak di ibu kota provinsi Banten itu, ia mengakui Serang belum memiliki peraturan daerah (perda) yang mengatur peredaran miras.


"Kota Serang belum ada perda terkait miras. Beberapa titik sudah kita sentuh dan mengkhawatirkan jika tidak kita redam," ujarnya.

Meski begitu, razia peredaran miras terus dilakukan oleh pihak kepolisian demi menghindari jatuhnya korban jiwa akibat miras oplosan.

"Kami terus melakukan aksi sweeping dan pengawasan. Baru-baru ini kami memusnahkan 23 ribu lebih botol miras," aku dia.

Terpisah, Muhamad Haris Wijaya, Ketua DPP Demokrat Bidang Polhukam, mengatakan bahwa pembuat dan pengedar miras oplosan harus ditindak tegas.

"Pengoplos miras agar ditindak tegas. Karena efek pemakainya sangat mengganggu ketentraman masyarakat setempat," ucap dia, melalui sambungan selulernya, Kamis (12/04).

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum, lanjutnya, diminta untuk segera memberantas peredaran miras oplosan. Miras ini disebutnya merusak generasi muda.

"Kami mengimbau kepada pemerintah pusat dan kepolisian mengusut tuntas. Kami juga meminta komisi 3 DPR untuk mengecek kelapangan, agar tidak ada lagi nyawa manusia yang melayang," terangnya.

Pada Maret, tiga warga Lebak Wangi, Serang, dikabarkan meninggal dunia akibat miras oplosan. (yan/arh)