Pembangunan Fasilitas MRT Tinggal Interior-interior Stasiun

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 22:06 WIB
Pembangunan Fasilitas MRT Tinggal Interior-interior Stasiun Moda transportasi MRT yang telah tiba kini telah berada di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Progres pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) yang menghubungkan kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat saat ini disebutkan sudah mencapai 92,5 persen.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan itu saat ditemui di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (12/4).

William mengatakan saat ini sisanya yang sekitar 8% adalah, "Pekerjaan-pekerjaan entrance (pintu masuk), interior, dan pekerjaan sistem. Jadi, beberapa yang harus kita kerjakan sekarang itu seperti rel kereta. Itu juga harus kita selesaikan."



Dalam sistem, sambungnya, juga memasukkan listrik yang akan menggerakkan jalannya moda transportasi rel tersebut.

Jalur MRT dari Jakarta Selatan hingga Jakarta Pusat itu memiliki panjang 16 kilometer yang terbagi dua. 10 Kilometer dari bekas Terminal Bus Lebak Bulus hingga Jalan Sisimangaraja. Lalu, sepanjang 6 kilometer merupakan jalur bawah tanah yang membentang dari kawasan Bundaran Senayan hingga Bundaran Hotel Indonesia.

MRT Jakarta fase I akan melayani rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, Williamg mengatakan pihaknya belum bisa menetapkan tarif tiket karena masih berdiskusi dengan pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait besaran subsidi yang diberikan.

Dikonfirmasi terkait itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mau memberikan pernyataan.

"Belum ada jawaban," kata dia.

Pembangunan Fasilitas MRT Tinggal Interior-interior StasiunGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar (kedua dari kanan) dan jajarannya meninjau Depo MRT Lebak Bulus di Jakarta, Kamis (12/4). (CNN Indonesia/Mesha Mediani)


William menjanjikan pada Agustus 2018, kereta pertama MRT akan mulai diujicoba dengan sebuah proses yang bernama integrated testing and commissioning. Setelah itu uji secara keseluruhan akan dilakukan pada Desember 2018 sebelum resmi beroperasi yang ditargetkan Maret 2019.

"Itu adalah proses trial run. Menjalankan kereta tapi belum mengangkut penumpang. Jadi, kita punya tiga bulan trial run sebelum operasi komersial dilaksanakan pada bulan Maret tahun depan," ujarnya. (kid/kid)