Momentum itu dimanfaatkan warga untuk menagih janji politik Anies yang akan membenahi Kampung Kunir di Jakarta Utara.
"Hambatan belum ada kejelasan 30 KK Kampung Kunir, belum ada pertemuan PKL Sunda Kelapa," kata Rozi, perwakilan warga Akuarium di Jakarta, Sabtu (14/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rozi juga mengungkapkan bahwa kini warga Akuarium mendapatkan haknya memperoleh KTP sesuai domisili di Kampung Akuarium. "Alhamdulillah terpilih pak Gubernur kita bisa pelayanan administrasi untuk Kampung Akuarium," ucap Rozi.
Kampung Akuarium digusur pada 11 April 2016 di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Penggusuran sedianya untuk membangun Cagar Budaya. Namun pada zaman Anies kebijakan tersebut dibatalkan dan bakal menjadikan Kampung Akuarium sebagai kawasan permukiman.
Kenangan Anies
Saat menghadiri peringatan dua tahun penggusuran Kampung Akuarium itu, Anies sempat mengenang ketika ia datang ke sana dalam posisi sebagai calon Gubernur Jakarta.
"Dua tahun yang lalu di tempat ini ratusan warga menangis. Tahun lalu saya datang ke sini bertemu mereka masih dengan penuh rasa duka," kata Anies.
Anies bilang saat itu mendengar cerita sedih warga dan bahkan satu kesempatan bertemu dengan seorang Ibu yang melahirkan setelah digusur. Anies juga menyebut banyak warga saat itu yang kedinginan dan kepanasan karena tidak memiliki tempat tinggal.
"Saya bertemu dengan seorang ibu yang pada waktu itu saya kunjungi anaknya tidak lama kemudian wafat, usianya 23 tahun," cerita Anies.
"Hari ini dua tahun kemudian saya datang lagi ke kampung ini dan Alhamdulillah yang ditemui adalah wajah yang ceria, wajah yang positif wajah yang optimis," ujar Anies.
Pantauan CNNIndonesia.com di lapangan, warga sudah menempati shelter yang dibagi dalam tiga blok. Setiap satu unit shelter idealnya diisi oleh satu keluarga.
Kendati sudah memiliki Shelter, area jalan sekitar Shelter masih rusak parah. Masih banyak puing sisa reruntuhan dalam bentuk besar dan kecil bersebaran di sekitaran Shelter.
(mik)