Kader PKS Lihat Peluang Prabowo Beri Tiket Capres ke Gatot

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Senin, 16/04/2018 16:22 WIB
Kader PKS Lihat Peluang Prabowo Beri Tiket Capres ke Gatot PKS melihat peluang capres lain selain Prabowo di koalisi penantang Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat peluang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak jadi maju sebagai bakal calon presiden di pilpres 2019.

Politikus PKS Nasir Djamil berpendapat bahwa pencalonan Prabowo belum final. Dia justru tidak yakin Prabowo pada akhirnya akan kembali maju.

"Saya punya analisa itu tiket itu akan diberikan ke orang lain. Yang paling berkesempatan untuk mendapatkan itu adalah Gatot Nurmantyo," ujar Nasir.



Sebab, kata Nasir, pilpres membutuhkan biaya yang besar. Dia ragu jika Prabowo masih memiliki logistik untuk 2019 setelah banyak dihabiskan di pertarungan pilpres 2014.

"Saya nggak tahu selama 5 tahun kemarin ini dia sudah mendapatkan logistik balik atau tidak. Tapi saya punya firasat Prabowo tidak maju. Dia akan memberi tiket itu ke calon yang lain," tambah Nasir.

Nasir mengakui bahwa ada keinginan di internal PKS yang menginginkan bukan Prabowo yang diusung sebagai bakal capres. Nama Gatot disebut menjadi sosok alternatifnya.

PKS melihat peluang Prabowo tidak nyapres di pilpres 2019Foto: Dok. Humas Partai Keadilan Sejahtera
PKS melihat peluang Prabowo tidak nyapres di pilpres 2019

Akan tetapi, lanjut Nasir, siapapun yang nanti akan mendampingi calon dari Gerindra ataupun Prabowo, harus bisa memberi nilai tambah elektoral dan membantu secara logistik.

"Jadi ada dukungan politik, dukungan logistik, dukungan massa, ya kan dan juga bagaimana jaringan itu bisa dibangun," katanya.

Di internal PKS, kata Nasir, dua nama yaitu Ahmad Heryawan (Aher) dan Anis Matta berpeluang mengisi posisi bakal cawapres. Anis Matta kata dia, dengan jaringannya, sedangkan Aher melalui pengalaman dan prestasi di Jawa Barat.


Senanda dengan Nasir, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan kesepakatan bakal capres dan cawapres akan ditentukan dalam koalisi bersama Gerindra dan partai lain yang akan bergabung. Merujuk Pilgub DKI Jakarta tahun 2017, menurutnya dinamika pencalonan menit-menit terakhir terbuka lebar.

"Apakah kemudian Gerindra tetap dengan pak Prabowo atau kemudian pak Prabowo melihat bahwa beliau menerima mandat kemudian beliau menyarankan agar kemudian yang lain. Itu kan selama belum didaftarkan ke KPU semuanya masih mungkin terjadi ke depan," kata Hidayat di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (16/4).


PKS, kata dia, menyadari bahwa selama masa pendaftaran belum dibuka, semua kemungkinan bisa terjadi. Apalagi, Prabowo kata dia, belum secara definitif menyatakan kesiapannya untuk kembali maju.

"Beliau mengatakan 'kalau diberikan mandat saya siap' tapi beliau belum mengatakan 'saya siap sebagai calon presiden'," katanya.


Bahkan kata dia, peluang itu juga bisa terjadi terhadap pencalonan kembali Presiden Joko Widodo, karena persoalan pendaftaran di KPU yang baru dibuka pada awal Agustus mendatang.

"Intinya adalah sebelum kemudian pendaftaran ditutup dan sebelum didaftarkan calon-calon itu semua kemungkinan masih mungkin terjadi," ujarnya.

Meski demikian, PKS tetap berkomitmen mencari sosok bakal capres selain Jokowi. Saat ini, menurut dia, komunikasi dengan partai lain seperti Gerindra, PKB dan Demokrat disebut masih cair. (DAL)