Dizalimi PPP, Lulung Garap Buku 'Partaiku Meninggalkan Umat'

Wishnugroho Akbar, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 12:54 WIB
Dizalimi PPP, Lulung Garap Buku 'Partaiku Meninggalkan Umat' Politikus PPP Abraham Lunggana alias Haji Lulung tengah mempersiapkan sebuah buku soal konflik internal yang pernah menerpa PPP beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Konflik berkepanjangan dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan meninggalkan kesan tersendiri di benak Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Dia menuliskan kesan-kesan itu dalam buku berjudul Partaiku Meninggalkan Umat, Aku Hijrah.

Buku itu rencananya dirilis secara resmi September 2018 mendatang. Lulung mengklaim akan mencetak sebanyak 5 juta eksemplar dan dibagikan kepada para pendukungnya.

"Proses penulisannya sudah cukup lama. Tinggal di-launching September nanti," kata Lulung saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/4).

Lulung menuturkan buku itu bercerita tentang pengalamannya melihat dualisme kepemimpinan antara Djan Faridz dan Romarhumuziy.

"Tentang konflik di PPP yang berkepanjangan sampai-sampai ulama mendoakan rekonsiliasi, tiba-tiba pilkada DKI, semakin keruh. Saya terzalimi. Saya dipecat sebagai Ketua DPW PPP DKI," kata Lulung. 

Konflik Lulung dan PPP dipicu perbedaan sikap di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Saat itu PPP versi Djan Faridz mendukung pasangan petahana Ahok-Djarot. Lulung menyeberang dengan memilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Djan lantas memecat Lulung sebagai Ketua DPW PPP DKI. Dia dituding telah melanggar AD/ART. Namun Lulung menolak tudingan itu. 

Dia mengklaim justru DPP lah yang telah melanggar enam ketentuan prinsip partai. Di antara enam prinsip itu salah satunya adalah menjalankan amar maruf nahi munkar.

Dalam konteks Pilkada DKI, Lulung menyebut dukungan PPP terhadap Ahok-Djarot telah melanggar itu.

"Karena tak boleh mendukung orang yang bukan seagama. Kalau akhirnya yang bukan muslim yang terpilih, kita harus mendukungnya dan saya konsisten melakukan itu," ujar Lulung. 

"Orang-orang tahu saya tidak menentang AD/ART partai," imbuh dia. 

Lulung sampai saat ini masih berstatus kader biasa. Dia mengaku masih berharap partai memberikan kembali jabatan Ketua DPW PPP DKI kepada dirinya. 

Dia mengatakan bakal menunggu keputusan partai terkait itu hingga Mei mendatang. Jika jabatannya tak dipulihkan, Lulung siap hengkang dari PPP.