Pindah ke PBB, Elite PPP Klaim Bisa Bawa 2 Juta Suara

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 17:44 WIB
Pindah ke PBB, Elite PPP Klaim Bisa Bawa 2 Juta Suara Elite PPP mengklaim bisa membawa 2 juta suara atau sepertiga suara yang didapat pada Pemiu 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Persatuan Pembangunan Ahmad Yani menyatakan sejumlah kader partainya akan menyeberang ke Partai Bulan Bintang. Bukan hanya elite partai, para kader dan pemilih yang jumlahnya mencapai dua juta juga akan bergabung dengan partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu.

Yani mengatakan, pindahnya kader PPP ke PBB dilakukan lantaran dualisme kepemimpinan di partai berlambang kakbah yang tak kunjung usai, yakni kubu Muhammad Romahurmuziy (Romi) dan kubu Djan Faridz.
 
Yani menyebut kader PPP yang berpindah ke PBB menamakan dirinya sebagai kader PPP Khittah. PPP Khittah terdiri dari kader PPP kubu Romi dan Djan yang mengharapkan islah.
 

"Iya kami PPP Khittah berencana bergabung dengan PBB," ujar Yani saat dihubungi, Selasa (16/4).
 
Sebelum niat pindah ke PBB muncul, Yani mengklaim PPP Kihttah sudah berusaha keras agar Romi dan Djan berdamai melaui muktamar. Namun, masing-masing kubu bersikeras meyakini kepemimpinannya.
 
Romi, kata Yani meyakini kubunya sah berdasarkan keputusan kasasi di Mahkamah Agung. Sementara Djan merasa kepengurasannya sah sebagaimana keputusan PTUN.
 
Yani mengklaim petinggi PPP kubu Romi yang bakal mengikuti jejaknya pindah ke PBB, yakni Tamam Achda selaku Wakil Ketua Umum PPP kubu Romi, Anwar Sanusi selaku anggota Majelis Tinggi PPP kubu Romi, hingga mantan Sekjen PPP Somali Abdul Malik.
 
Bahkan, Yani berkata Tamam disebut sebagai Ketua Koordinator PPP Khittah.
 

"Jadi tidak hanya kubu Djan yang berpindah ke PBB," ujarnya.
 
Selain tak kunjung islah, Yani menyebut sejumlah kebijakan politik yang diambil PPP juga membuat sejumlah kader kecewa dan berniat pindah ke PBB. Beberapa kebijakan PPP yang dianggap tidak tepat adalah pencalonan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Cagub DKI Jakarta, dukungan atas Perppu Ormas, hingga dukungan kepada Sihar Sitorus di Pilkada Sumut.
 
"Oleh karena itu kami melakukan komunikasi politik, penjajakan. Lalu ada kesesuaian dengan PBB maka kami bergabung," ujar Yani.
 
Di sisi lain, Yani tidak memungkiri perpindahan ke PBB belum resmi dilakukan. Pasalnya PPP Khittah baru akan menggelar rapat pengambilan keputusan di Yogyakarta pada Jumat (20/4).
 
Namun ia mengklaim sejumlah kader PPP di sejumlah daerah sudah bergabung ke PBB.
 

Lebih dari itu, jika PPP Khittah jadi bergabung, Yani memprediksi dua juta suara atau sepertiga yang didapat PPP pada Pemilu 2014 akan bergabung dengan PBB.
 
"Kalau sudah ada putusan di Jogja bisa sampai ke bawah. Kalau masa PPP di 2014 sampai tujuh juta. Kami dapat sepertiganya berarti dua juta," ujarnya.

Yani menampik kepindahan kader PPP ke PBB bukan atas ajakan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra. Ia menyebut perpindahan dilakukan atas kesamaan visi dan misi antara PPP dengan PBB.
 
"Pak Yusril dan PBB kan membuka diri. Bukanya hanya ditujukan bagi PPP tapi Ormas," ujarnya.
 
Meski bakal diterima, Yani menyebut Yusril meminta kader PPP memenuhi syarat sebelum pindah ke PBB. Yusril disebut menyaratkan kader yang ingin bergabung dengan PBB bukan anggota Partai Komunis Indonesia dan bukan bagian dari peninsta agama. (sur)