Hanafi Rais Nilai Pernyataan 'Partai Setan' Disalahpahami

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 18/04/2018 05:09 WIB
Hanafi Rais Nilai Pernyataan 'Partai Setan' Disalahpahami Hanafi Rais berpendapat sebagian masyarakat salah menilai pernyataan Amien Rais soal dikotomi Partai Setan dan Partai Allah. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais menilai pernyataan Amien Rais soal dikotomi partai Allah dan partai setan telah disalahpahami.

Menurut Hanafi, yang disampaikan Amien merupakan tausiah atau ceramah keagamaan di masjid dalam konteks untuk mengingatkan. Hal itu dinilai lumrah karena Amien juga merujuk pada Alquran.

"Kalau yang dipermasalahkan itu soal penyebutan partai politik, pak Amien tidak menyebutkan partai politik yang dikelompok-kelompokan dalam golongan-golongan itu," ujar Hanafi di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (17/4).


"Jadi itu salah pahamnya orang saja yang kemudian merasa tersinggung lantas marah-marah solusinya," katanya.

Dengan demikian, kata Hanafi, Ketua Dewan Kehormatan PAN tersebut tidak menyebut partai politik yang ada di Indonesia. Ada pun Hizbullah dan Hizbusyaitan disebut bukan merupakan partai politik dan hal tersebut sudah ditegaskan Amien.

"Sebaiknya jangan dipelintir, bagi siapapun yang merasa tersinggung ya alhamdulillah itu berarti masih ada iman, daripada tesinggung dan marah lebih baik berubah," ujarnya.

Hanafi juga menyanggah sindiran yang meminta Amien agar fokus beribadah di hari tuanya. Menurutnya tausiah tersebut merupakan bagian dari ibadah untuk menegakan amar maruf nahi mungkar.

Sehingga, sindiran itu dianggap menyamakan ibadah sebatas ritual semata dan termasuk sekulerisasi agama. Padahal, kata dia, ibadah bukan sebatas ritual melainkan memiliki misi sosial dan politik.

"Politiknya adalah politik mengamalkan maruf nahimungkar, menegakan keadilan melawan kezaliman itu saja. Jadi saya kira siapapun orang Islam itu emang selalu dianggap trouble maker kalau melawan kemapanan dan kezaliman," ujarnya.
Hanafi menambahkan bahwa pernyataan Amien tersebut tidak akan menimbulkan kegaduhan. Sebab, pernyataan tersebut hanya sebatas ceramah agama.

Amien Rais sebelumnya mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia jadi dua kutub yakni partai setan dan partai Allah dalam sebuah tausiah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4) pagi.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan," ujar Amien.

"Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya... Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," imbuh dia.
(ugo/ugo)