Sandiaga Ungkap Isi Pembicaraan dengan Romahurmuziy

SAH & Mesha Mediani, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 23:14 WIB
Sandiaga Ungkap Isi Pembicaraan dengan Romahurmuziy Sandiaga Uno mengaku bertemu elite PPP Romahurmuziy dan Suharso Monoarfa. (CNN Indonesia/Rebeca Joy Limardjo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengungkapkan isi pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy dan Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa yang berlangsung di sebuah restoran, Kamis (19/4) malam kemarin.

Awalnya, Sandi berkelakar saat ditanya maksud dan tujuan pertemuan tersebut.

"Mas Romi agak kurang sehat. Dia pesan wedang jahe, nasi goreng kambing. Yang pilih restoran itu Pak Suharso Monoarfa," ujarnya di Balai Kota, Jumat (20/4) malam.


Kemudian, Sandi lanjut bercerita. Dia mengklaim PPP mendukung pemerintahan DKI Jakarta di tangannya bersama Gubernur Anies Baswedan.

"Kita bicarakan berbagai hal, tetapi pertama tentang DKI. Bahwa PPP mendukung penuh pemerintahan 2017-2022 ini dan kebijakan-kebijakan kita yang diharapkan lebih berpihak pada umat," kata Sandi.
Mantan Direktur PT Adaro Energy itu menyebut PPP ingin memastikan pendidikan pelajar ibu kota berlandaskan akhlakul karimah. PPP juga mendukung gerakan ekonomi kerakyatan seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kami menyampaikan terima kasih dari Pak Gubernur bahwa selama ini PPP sangat akomodatif terhadap kebijakan-kebijakan kita, mulai dari penataan Tanah Abang, OK OC, penciptaan lapangan kerja, dan yang hits kemarin rumah DP nol," kata Sandi.

Romi dan Suharso juga disebut memberi ide terkait penanganan banjir dan pengelolaan sampah. Mengingat latar belakang pendidikan keduanya berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kemudian, pembicaraan ketiga tokoh itu terkait pemilihan presiden (pilpres) 2019. Selain menduduki kursi DKI 2, Sandi juga menjabat sebagai Koordinator Tim Pemenangan Pilpres Partai Gerindra.

"Kami percaya bahwa nahkoda ekonomi harus benar-benar yang mengerti bagaimana ekonomi rakyat bergerak. Optimisme masyarakat semakin turun. Kami diskusi, titik berat pemerintahan adalah ekonomi," ujarnya.

Opsi duet Jokowi-Prabowo

Terkait munculnya opsi duet Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai cawpres dan cawapres, Sandi mengakui bahwa hal itu pernah menjadi bahan pembicaraan internal Gerindra.

"Dan tentunya ada sikap pro dan kontra di Gerindra sendiri. Tapi sekarang mandatnya sudah diberikan kepada Pak Prabowo, kami nggak boleh lagi berkomentar. Pak Prabowo yang menentukan," kata Sandi.

Dia mengaku tidak ingin menduga-duga atau berspekulasi lebih jauh terkait hal itu. Terlebih, Prabowo sudah dideklarasikan dan menerima mandat dari partai berlambang kepala burung garuda itu untuk maju sebagai calon RI 1, serta tengah membangun komunikasi dengan mitra koalisi.

Di sisi lain, PPP telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk maju sebagai capres di Pilpres 2019.

"Kami hormati Gus Romi miliki komitmen terhadap Pak Jokowi, tetapi kan kita sebagai dua sahabat lama dan menjunung tinggi poltik yang penuh silaturahmi, perlu selalu bertukar pikiran dan pandangan," kata Sandi.

Dengan demikian, Sandi menyatakan keyakinannya bahwa Gerindra dan PPP mampu menyikapi pemerintahan Indonesia dengan positif dan optimis.

Hadiri Milad PKS

Usai dari Balai Kota, Sandiaga menghadiri acara Tasyakuran Milad ke-20 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Jakarta, Jumat (20/4) malam.

Sandi datang mengenakan baju putih sambil mengalungkan sarung lehernya lengkap peci hitam di kepalanya.

Ia datang mewakili Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tengah berada di Istanbul, Turki.

"Saya hadir sebagai perwakilan dari Pak Anies yang berada di Instanbul, dan juga sebagai perwakilan dari Pemprov," kata Sandi.

Saat ditanya oleh awak media mengenai kemungkinan pembicaraan politik dengan elit PKS, Sandi membantah hal tersebut.

Sandi mengatakan tujuannya datang ke Milad PKS bukan untuk membahas cawapres pendamping Prabowo.

"Hari ini saya hadir atas dispososi pak Gubernur (Anies Baswedan) jadi tidak ada pembicaraan tentang hal lain selain urusan mengenai DKI Jakarta," terangnya.

Selain itu, Sandi mengingatkan Prabowo akan ikut bersepada besok, Sabtu (21/4) pagi dengan pihak PKS.

"Pak Prabowo rencana akan hadir besok di sini (DPP PKS) dan juga ada prosesi yang menjemput pak Prabowo pokoknya surprise deh," terang Sandi.
(DAL/DAL)