Jokowi soal Pertemuan Alumni 212: Semangatnya Silaturahmi

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 25/04/2018 10:43 WIB
Presiden Jokowi mengaku pertemuan dengan tokoh-tokoh Alumni 212 tak berbeda dengan silaturahmi yang biasa ia lakukan dengan para ulama di Indonesia. Presiden Joko Widodo saat apel di Monas, Jakarta, Rabu (35/4). (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan pertemuannya dengan petinggi Persaudaraan Alumni 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama serta Front Pembela Islam (FPI), di Bogor, Minggu (22/4), adalah bentuk silaturahmi biasa.

"Semangatnya menjalin tali silaturahmi dengan para ulama, habib, kiai, ustad dari seluruh provinsi yang ada di tanah air," kata dia, di Tanjung Priok, Rabu (25/4).
Ia mengakui pertemuan dengan para ulama diperlukan guna menjalin serta menjaga persaudaraan dan persatuan di antara masyarakat.

"Kami harapkan dengan bersambungnya silaturahmi, beriringnya ulama dan umarah dapat selesaikan banyak masalah problem yang ada di masyarakat dan umat," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.


Namun, Presiden enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai pertemuan internal itu. Secara garis besar, pembahasan dalam pertemuan hanya seputar silaturahmi.
Ia berkata pertemuan diawali dengan salat duhur bersama dan dilanjutkan makan siang bersama di sana.

Sebelumnya, Jokowi beberapa kali bertemu dengan sejumlah kelompok ulama, ustaz, dan kiai dari beragam daerah di Indonesia. Tahun lalu, Jokowi juga sempat mengundang GNPF ke Istana setelah sejumlah aksi di Monas dan depan Istana. (arh/ugo)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK