Korban Jiwa Ledakan Sumur Minyak Aceh Bertambah Jadi 18 Orang
JNT | CNN Indonesia
Rabu, 25 Apr 2018 16:54 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan jumlah korban jiwa kebakaran sumur minyak tradisional di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, bertambah menjadi 18 orang. Insiden itu terjadi di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, pada Rabu (25/4) dini hari.
"Sekarang bertambah menjadi 18 korban jiwa dengan kondisi 70 persen luka bakar," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/4).
Setyo menyebut hingga kini kobaran api masih belum dapat dipadamkan. Kobaran api juga menghanguskan lima rumah warga.
"Beberapa rumah juga terbakar. Api sampai sekarang belum dapat dipadamkan. Kalau lihat foto api itu setinggi seratus meter," kata Setyo.
Insiden itu terjadi pada pukul 02.00 WIB. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, korban luka berat berjumlah 40 orang, mereka dirawat di rumah sakit Abdul Azis di Peureulak, Graha Bunda di Idi Rayeuk, dan Zubir Mahmud di Idi Rayeuk.
Setyo menyebut pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara buat mengetahui penyebabnya. Nantinya temuan polisi akan dikoordinasikan dengan para ahli.
"Jangan sampai ada masyarakat ke TKP karena sedang diolah aparat setempat. TKP diolah kita ingin mengetahui penyebabnya. Kalau sudah tahu penyebabnya, teknis kita akan meminta keterangan para ahli," ujar Setyo. (ayp/gil)
"Sekarang bertambah menjadi 18 korban jiwa dengan kondisi 70 persen luka bakar," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/4).
Setyo menyebut hingga kini kobaran api masih belum dapat dipadamkan. Kobaran api juga menghanguskan lima rumah warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa rumah juga terbakar. Api sampai sekarang belum dapat dipadamkan. Kalau lihat foto api itu setinggi seratus meter," kata Setyo.
Insiden itu terjadi pada pukul 02.00 WIB. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, korban luka berat berjumlah 40 orang, mereka dirawat di rumah sakit Abdul Azis di Peureulak, Graha Bunda di Idi Rayeuk, dan Zubir Mahmud di Idi Rayeuk.
"Jangan sampai ada masyarakat ke TKP karena sedang diolah aparat setempat. TKP diolah kita ingin mengetahui penyebabnya. Kalau sudah tahu penyebabnya, teknis kita akan meminta keterangan para ahli," ujar Setyo. (ayp/gil)