Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan penunjukkan Sarman menempati posisi komisaris utama didasarkan karena dia punya jaringan luas dengan kalangan pengusaha. Apalagi Pemprov DKI Jakarta punya 26,52 persen saham di perusahaan produsen bir Anker itu.
"Tentunya pak Sarman punya network yang bisa digunakan dan kalau kami di birokrasi. Apalagi kami di pegawai negeri sipil pasti kan tugas utamanya ada di Pemprov," ujar Sandi usai membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta, di Jakarta Pusat, Kamis (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi juga menyebut penunjukan Sarman sebagai amanat Undang-undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kadin. Yaitu Kadin mewadahi pengusaha dengan pemerintah.
Sarman ditugasi menjembatani PT Delta dengan Pemprov DKI Jakarta sebagai pemegang saham. Sebab dalam waktu dekat PT Delta mengajukan penyelarasan regulasi terkait rencana ekspor.
Sarman merupakan orang yang dekat dengan Sandi. Selain sebagai rekan sesama pengusaha di Kadin, Sandi mengaku Sarman juga sering bertandang ke kantornya.
"Saya lihat pride sekali teman-teman mitra, salah satunya bang Sarman yang ada di kantor saya tiap hari. Mengatur Kadin atau mengatur dirinya sendiri saya enggak pernah tahu," ujar Sandi.
Bantah Campur Tangan
Namun Sandi membantah dirinya campur tangan dalam proses pemilihan Sarman sebagai Komisaris Utama PT Delta Djakarta.
"Saya hanya menyatakan bahwa saya tidak ikut campur langsung dalam penunjuk dia. Itu, kan, melalui proses," ujarnya.
Sarman dianggap sebagai profesional yang cocok untuk mengembangkan perusahaan itu karena memiliki jaringan luas di dunia usaha pariwisata.
"Lalu dia juga dekat dengan Pemerintah. Itu modal penting mengingat perusahaan produsen bir Anker itu memerlukan lobi terkait penjualan produk minuman keras dan bir," kata dia.
Sandi juga mengaku sudah mencari orang dari kalangan PNS DKI Jakarta sebelum pansel menetapkan Sarman sebagai direktur utama.
"PNS-PNS itu ada yang sudah saya approach, saya bilang, 'Bagaimana, Pak?'. 'Wah jangan deh, jangan, berat,' atau 'Waduh enggak berani, haram karena jualan minuman beralkohol'," Sandi bercerita.
Lebih lanjut, Sandi mengatakan rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menjual saham di PT Delta Djakarta masih dalam pertimbangan.
"Nah ini perlu kajian yang sangat mendasar untuk memastikan bahwa keputusan yang sudah cenderung akan diambil dalam beberapa minggu ke depan ini sudah bisa diberikan rasionalisasinya," ujar Sandi. (ayp)