Pernyataan itu merupakan respons atas tausiah politikus Partai Amanat Nasional Amien Rais di Balai Kota Jakarta pada Selasa (24/4), yang mengandung unsur politik.
"Gini, ya, secara prinsip aset-aset daerah itu tidak boleh digunakan untuk kampanye-kampanye politik," kata Tjahjo saat setelah memberikan sambutan dalam acara Musrembang Kalimantan di daerah Petamburan, Jakarta Barat (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengajian-pengajian disisipkan politik itu harus, kalau enggak, lucu," kata Amien.
"Ini elektabilitasnya sudah going down," kata Amien sambil menunjuk foto Jokowi di hadapan para hadirin tasyakuran.
Lihat juga:Amien Rais: Pengajian Harus Disisipi Politik |
Saat itu, di tengah ceramah yang dilakukan Amien, Anies datang ke dalam ruangan. Anies pun langsung menghampiri Amien yang tengah berada di atas podium.
Amien langsung memegang tangan eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut lalu meramalnya.
"Mana saya ramal tangannya, Insya Allah ini penyelamat negeri," kata Amien.
"Saya belum menemukan referensinya, maklum saya orang baru di sini," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Rabu (25/4).
Tjahjo sendiri tak merujuk pada aturan pemerintah terkait larangan berpolitik di kantor pemerintah. Sambil bercanda dia hanya menyatakan bakal mengambil cuti seandainya mencalonkan diri sebagai gubernur, untuk menjaga kantornya bebas dari politik.
"Kalau saya mendagri mencalonkan diri sebagai gubernur, saya akan cuti, kantor saya gak boleh untuk tempat kampanye saya," ujarnya.
Meski demikian Tjahjo tak mempermasalahkan apa yang dilakukan Amien di Balai Kota pada Selasa lalu, mengingat posisi Amien saat itu sebagai tokoh yang diundang.
"Kan, posisi pak Amien Rais, dia, kan, ceramah, diundang. Saya kira tidak ada masalah untuk itu," tutur Tjahjo. (wis/gil)