Kasus Anak Tewas di Pesta Rakyat, Sandiaga Serahkan ke Polisi

SAH, CNN Indonesia | Selasa, 01/05/2018 11:00 WIB
Kasus Anak Tewas di Pesta Rakyat, Sandiaga Serahkan ke Polisi Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan akan menyerahkan persoalan sanksi untuk penyelenggara Pesta Rakyat pada polisi. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyerahkan kepada penegak hukum persoalan sanksi untuk penyelenggara Pesta Rakyat yang berujung pada tewasnya dua anak.

Ia menyatakan saat ini pihaknya fokus dalam penanganan korban dan rehabilitasi kawasan Monas.

"Pertama kami fokus ke penanganan korban dan akan rehabilitasi Monas. Soal sanksi kami serahkan ke aparat hukum," katanya di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (1/5).


Sandi menyatakan panitia telah meminta maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut dan sudah bertemu dengan kedua keluarga korban tewas.

Keluarga korban, menurut Sandi, juga mengikhlaskan kejadian tersebut.

"Sudah bertemu dengan pihak keluarga sudah memberikan bantuan. Alhamdulillah menurut info dari Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, keluarga sudah mengikhlaskan putranya yang malang nasibnya pada acara Forum Untukmu Indonesia tersebut," ujarnya.

Menurut Sandi panitia cukup kooperatif dengan Pemprov DKI Jakarta terkait pertanggung jawaban akibat kericuhan Pesta Rakyat di Monas itu dan akan membantu biaya perbaikan kerusakan di wilayah tersebut.

"Mereka (panitia) juga akan membantu biaya yang yang timbul dan kerusakan kecil yang timbul di wilayan monas dan mereka sangat kooperatif," terangnya

Sebelumnya, Forum Untukmu Indonesia menggelar acara di Monas pada Sabtu (28/4). Berdasarkan izin awal yang diajukan ke Disparbud DKI Jakarta, acara ini merupakan gelaran seni budaya dalam menyambut hari tari internasional.

Namun setelah izin diteken Pemprov DKI Jakarta, pihak penyelenggara mengadakan bagi-bagi sembako gratis, meski sudah dilarang Pemprov.

Alhasil Monas dikerumuni warga sehingga terjadi kericuhan dan kemacetan saat pembagian sembako.
(vws)