Kronologi Tarno Tewas Setelah 12 Jam Tertimbun Galian Longsor

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 02/05/2018 10:34 WIB
Kronologi Tarno Tewas Setelah 12 Jam Tertimbun Galian Longsor Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas evakuasi gagal menyelamatkan nyawa Tarno, 42, pekerja PAM Air Palyja, yang tertimbun longsor saat menggali di kawasan Jembatan III, Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin. Tarno ditemukan sudah tak bernyawa setelah proses evakuasi berjalan selama 12 jam.

Dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/5), Kapolsek Penjaringan AKBP Rahmat Sumekar mengatakan peristiwa nahas yang menimpa Tarno terjadi pada Selasa (1/5) sekitar pukul 15.00 WIB. 

Saat itu Tarno bersama tiga rekannya yakni Iyan, Sarji, dan Jai sedang menggali saluran PAM Air Palyja.


Proses penggalian dipimpin seorang mandor bernama Ahmad Hasan. Tiba-tiba, kata Rahmat, dinding galian di lokasi galian mengalami longsor.

Tiga rekan Tarno yang sempat sama-sama terjebak dalam longsor, berhasil selamat.

Mereka juga sempat membantu mengeluarkan Tarno yang masih terjebak di dalam lubang galian. Namun karena alasan takut terjadi longsor susulan, mereka akhirnya menyelamatkan diri.

Salah satu rekan Tarno, Iyan, lantas berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Polsek Penjaringan.

Rahmat mengatakan dalam proses pencarian tersebut, pihaknya mengerahkan 20 personel polisi, 25 petugas pemadam kebakaran, 20 anggota Basarnas, tiga petugas dinas kesehatan, lima petugas PMI, dan 10 tim gali.

Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan berbagai alat, termasuk mesin bor. Namun tubuh Tarno baru bisa diangkat setelah tim evakuasi mengerahkan sebuah eskavator ke lokasi kejadian.

Tim evakuasi menemukan tubuh Tarno pukul 04.50 WIB atau belasan jam setelah pria asal Brebes itu tertimbun longsoran galian. Tubuhnya sudah tak bernyawa.

"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal, selanjutnya langsung dibawa ke RSCM untuk visum," tutur Rahmat.

Rahmat menyatakan polisi masih menyelidiki insiden ini. Sejumlah saksi yang melihat dan berada di lokasi kejadian akan diambil keterangannya. Lokasi kejadian juga sudah dipasangkan garis polisi atau police line.

Terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemprov DKI turut berduka terhadap keluarga yang ditinggalkan. Pemprov DKI akan memfasilitasi keluarga agar mendapatkan pelayanan yang seharusnya.

Sandi juga menegaskan bakal memanggil Kepala Dinas Tenaga Kerja Priyono dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), hari ini, untuk mengetahui sekaligus mengevaluasi insiden tersebut.

"Saya akan memanggil kepala Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan evaluasi. Memanggil pihak Palyja dan kontraktornya untuk memastikan ini akan dievaluasi dan diinvestigasi," ujarnya saat ditemui di Silang Monas.

Sandi mengatakan Palyja sudah berpengalaman berkecimpung di bidangnya. Seharusnya, keselamatan kerja sudah jadi prioritas dan peristiwa ini tak terjadi.

Sandi menyatakan bakal memberikan sanksi kepada pihak yang diduga bertanggung jawab dalam peristiwa itu, tetapi dia belum merinci sanksi apa yang akan diberikan ke Palyja.

"Harus, sesuai peraturan yang berlaku," tutur Sandi. (wis/wis)