Ulama Sepakat Tolak Agama Jadi Alat Politik

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Kamis, 03/05/2018 00:10 WIB
Ulama Sepakat Tolak Agama Jadi Alat Politik Ulama sepakat agar agama tak dijadikan alat politik (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Agama bukanlah alat politik. Penolakan ini diungkap oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj dan Imam Besar Al-Azhar, Mesir, Ahmad Muhammad Ath-Thayeb.

Menurutnya, seperti pandangan Ahmad bahwa menjadikan agama sebagai alat politik harus dihilangkan dan dilawan.

"Beliau menjawab itu, semua harus dihilangkan dan harus kita lawan, jangan sampai agama jadi politik sesaat," ujar Said usai bertemu dengan Ahmad di Kantor PBNU, Jakarta Pusat pada Rabu (2/5).


Selain itu, Said juga mengaku setuju dengan pandangan Ahmad terkait media sosial yang banyak digunakan untuk hal-hal bersifat negatif.

Menurutnya, walau memiliki sisi positif, media sosial justru banyak digunakan untuk hal-hal seperti adu domba, fitnah, hingga penyebaran ujaran kebencian dan berita bohong.

"Kita berhadapan dengan medsos (media sosial), isinya memecah-belah dan adu domba, saya juga setuju," ucap dia.

Lebih dari itu, Said berharap kedatangan Ahmad untuk pertama kali ke Kantor PBNU dapat membawa manfaat dan menjadi insipirasi untuk dunia Muslim.

Said berpandangan, posisi Ahmad yang sangat penting di Tmur Tengah, khususnya Mesir, dapat bermanfaat untuk mendiseminasi pemikiran-pemikiran Islam wasatiyyat ala nusantara sebagai insipirasi gagasan bagi peradaban yang lebih damai.

Ahmad sebelumnya menjadi pembicara dalam Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia tentang Wasatiyyah Islam di Bogor, Jawa Barat pada Selasa (1/5).

Dalam pembukaan acara itu, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia mendukung penerapan wasatiyyah (jalan tengah) Islam dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hal itu sudah dilakukan umat Muslim Indonesia sehingga keberagaman masih terjaga hingga kini.

Dalam kesempatan terpisah, Jokowi sempat menyebut bahwa Indonesia mendorong dan berkomitmen untuk lahirnya poros wasatiyyah Islam dunia.

Jokowi juga menuturkan Indonesia merupakan negara besar dengan keberagaman suku, agama, ras, bahasa, dan latar belakang masyarakatnya. Keberagaman itu juga terjaga karena memiliki Pancasila sebagai dasar negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyannya. (eks/eks)