Oleh karena itu, Prabowo tak ambil pusing atas elektabilitasnya yang menunjukkan tren negatif berdasarkan hasil survei dari sejumlah lembaga baru-baru ini.
Prabowo menyatakan memiliki tim survei sendiri. Berdasarkan survei internal tersebut, Prabowo mengklaim elektabilitasnya bagus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren itu bertolak belakang dengan elektabilitas petahana Joko Widodo saat ini sebesar 55,9 persen atau meningkat dari hasil survei sebelumnya sebesar 46,3 persen.
Sementara berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis Kamis (3/5), elektabilitas Prabowo sebesar 29,0 persen, menurun dibandingkan survei September 2017 sebesar 31,3 persen.
Prabowo telah menerima mandat dari kader Gerindra untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Rencananya, Prabowo akan resmi dideklrasikan sebagai capres di Kabupaten Banyumas, Jawa Barat, sepaket dengan calon wakil presiden.
PKS sebagai calon kuat mitra koalisi Gerindra di Pilpres 2019 sudah mengajukan sembilan nama sebagai cawapres pendamping Prabowo. Namun hingga saat ini Prabowo belum menentukan calon wakil presiden yang bakal ia pilih.
Terkait itu Prabowo berencana mengajak Presiden PKS Sohibul Iman naik kuda untuk membahas seputar pemilihan presiden 2019. Rencana itu akan diwujudkan dalam waktu dekat.
"Hubungan dengan PKS baik, jadi mungkin nanti, sebentar lagi saya akan naik kuda dengan Pak Sohibul," ujar Prabowo.
(sur)
Prabowo telah menerima mandat dari kader Gerindra untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019. Rencananya, Prabowo akan resmi dideklrasikan sebagai capres di Kabupaten Banyumas, Jawa Barat, sepaket dengan calon wakil presiden.
PKS sebagai calon kuat mitra koalisi Gerindra di Pilpres 2019 sudah mengajukan sembilan nama sebagai cawapres pendamping Prabowo. Namun hingga saat ini Prabowo belum menentukan calon wakil presiden yang bakal ia pilih.
"Hubungan dengan PKS baik, jadi mungkin nanti, sebentar lagi saya akan naik kuda dengan Pak Sohibul," ujar Prabowo.