Kepala Subbagian Humas Polres Jaktim Komisaris Wasiem menyatakan mereka mengerahkan ribuan personel gabungan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur serta sepuluh Polsek sekitarnya, dibantu Komando Distrik Militer (Kodim) 0505 Kodam Jaya.
"Jumlah total mencapai 2 ribu personel gabungan," ucap Wasiem di PTUN, Jakarta, Senin (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, ribuan personel aparat itu juga dilengkapi dengan dua mobil Barracuda, serta satu mobil meriam air. Sebagian aparat kepolisian juga membawa senjata lengkap dan pelontar gas air mata. Sementara sebagian besar lainnya telah sigap dengan tameng menjaga sekitar pintu gerbang PTUN.
Menurut keterangan Wasiem, massa pendukung HTI sudah nampak berkumpul di Masjid Al Azhar terletak tak jauh dari PTUN sejak pukul 06.20 WIB. Dia memperkirakan sebagian sudah berada di sana sejak subuh.
"Karena ada yang dari luar Jakarta. Bogor misalnya. Mungkin mereka salat Subuh di sana dulu," ujarnya.
Karena jumlah massa semakin banyak, arus lalu lintas di sekitar kantor Wali Kota Jakarta Timur menjadi tersendat. Akses menuju PTUN, yakni Jalan A Sentra Primer, juga ditutup lantaran banyaknya massa HTI yang memenuhi jalan.
Salah satu massa pendukung HTI, Ardi (29) mengaku sudah tiba di PTUN sejak 07.30 WIB. Warga Bogor, Jawa Barat, itu datang ke Jakarta bersama dua temannya sejak tadi malam.
"Saya dari Bogor. Ada dua teman," ujar Ardi.
Lihat juga:Nasib HTI Ditentukan Hakim PTUN Hari Ini |
Menurut penuturan Ardi, massa yang mengenakan pakaian serba putih tidak hanya anggota eks HTI.
"Bukan. Masyarakat yang mendukung juga," kata Ardi. (ayp/sur)