"Kami mendukung PBB," ujar Ismail.
Ketika ditanyakan apakah eks HTI akan menjadi anggota atau kader PBB, Ismail hanya memberikan jawaban serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Ismail tersebut sejalan dengan penuturan ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra beberapa bulan yang lalu. Saat itu Yusril mengklaim telah ada eks anggota HTI yang memutuskan untuk menjadi kader PBB.
"Dukungan dari eks HTI untuk PBB di pemilu 2019 ini secara umum cukup besar," kata Yusril kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/3).
Yusril tidak bisa menyebut secara tegas berapa banyak eks anggota HTI yang menjadi kader PBB. Namun, dia yakin anggota HTI akan mempercayakan aspirasi politiknya melalui PBB.
"Eks anggota HTI sekarang lebih fleksibel. Mereka sudah sadar atas realitas kekuasaan politik di Indonesia," tegas Yusril.
Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja menyatakan tidak ada larangan bagi mantan anggota HTI yang ingin menjadi caleg Pemilu 2019.
Lihat juga:HTI Serukan Banding Putusan PTUN |
"Silakan. Selama masih mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD 1945 enggak ada masalah," kata Rahmat di gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/3).
"Misalnya eks PKI mau jadi caleg, boleh. Tidak ada masalah," ujar Rahmat. (wis/gil)