Hal ini disampaikan JK di hadapan Perdana Menteri China Li Keqiang saat pertemuan bisnis Indonesia-China di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (7/5) malam.
"Harapan Indonesia untuk mewujudkan peningkatan investasi China di sektor industri manufaktur, pengolahan energi, ramah lingkungan, prioritaskan tenaga kerja Indonesia dan memberi nilai tambah bagi industri hulu dan hilir," ujar JK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Li Keqiang Minta Investor China Gunakan TKI |
Selain itu, pihaknya menginginkan peningkatan kerja sama perdagangan dengan tetap mengupayakan keseimbangan neraca perdagangan.
"Hal-hal di atas dapat mengurangi defisit perdagangan Indonesia terhadap China yang pada 2017 mencapai US$12,7 miliar," katanya.
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri China Li Keqiang (kiri), di Istana Kepresidenan, Senin (7/5). (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
Tercatat pada 2017, total perdagangan Indonesia-China mencapai lebih US$60 miliar. Jumlah ini naik 24 persen dari 2016 sebesar US$48 miliar. Selain itu China juga menjadi mitra pembangunan infrastruktur kedua terbesar di Indonesia.
"Kemitraan akan menguat dengan kesepakatan membangun empat koridor ekonomi lintas integrasi Indonesia," tutur JK.
"Saya berharap usai forum bisnis ada upaya menindaklanjuti dan menerjemahkan berbagai komitmen kerja sama menjadi proyek bisnis yang konkret dan saling menguntungkan," ucapnya.
Acara ini merupakan bagian kunjungan Li ke Indonesia hingga 8 Mei mendatang. Kunjungan ini menandai lima tahun kemitraan strategis dan komprehensif Indonesia-China dan 15 tahun kemitraan strategis ASEAN-China.
Presiden Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri China Li Keqiang (kiri), di Istana Kepresidenan, Senin (7/5). (