Pernyataan itu disampaikan ketika Sri Mulyani memberikan pidato kunci di hadapan alumni beasiswa pascasarjana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam acara Welcoming Alumni 2018 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta.
"Saya tidak takut kepada tantangan berdebat. Saya takut kepada masa depan Indonesia yang tidak akan diurusi oleh generasi mudanya, yang tidak memiliki percaya diri dan kemampuan untuk menjaga dirinya sendiri dan Republik ini secara bersama-sama," kata Sri Mulyani di Jakarta, dikutip Antara, Senin (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan siap berdebat terbuka soal utang luar negeri Indonesia dengan Sri Mulyani.
Utang luar negeri Indonesia yang diklaim mencapai Rp4 ribu triliun menjadi amunisi kelompok oposisi untuk mengkritik pemerintah.
Sikap Sri Mulyani yang menyatakan tak takut berdebat seakan menjawab tantangan, meskipun pernyataannya itu tak menyinggung Rizal Ramli.
Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu justru berkomentar soal generasi muda saat ini yang akan mengambil alih estafet kepemimpinan dari generasi "baby boomers" sebelumnya. Menurutnya, kualitas negara akan ditentukan oleh kapasitas kaum muda.
Dia mengatakan semakin tinggi pendidikan yang ditempuh oleh generasi muda, maka akan semakin besar pula tanggung jawab yang diembannya untuk memajukan bangsa.
"Kualitas cara Anda bersikap, cara Anda berpikir, dan kualitas Anda membuat keputusan tidak hanya berdampak pada diri Anda sendiri, tetapi juga berdampak kepada seluruh Indonesia," kata Sri Mulyani.
Dia juga berharap generasi muda mampu bersuara dalam menghadapi setiap pertentangan sebagai wujud keterbukaan pemikiran.
"Kalau jabatan, debat, diakui pintar atau tidak pintar, menjadi menteri terbaik atau tidak terbaik, itu tidak ditakuti karena itu tidak ada konsekuensinya. Tapi hal yang punya konsekuensi sangat jelas bagi Republik adalah cara berpikir Anda dan bagaimana Anda bersikap. Ini konsekuensinya besar sekali pada Republik ini," kata Sri Mulyani.