Hal itu disampaikannya di hadapan lebih dari 100 nelayan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (8/5) siang.
"Enggak ada, mana sih Bu Susi ada kepentingan politik? Enggak ada," ujar Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden menyatakan kebijakan-kebijakan di atas dilakukan demi kepentingan dan kebaikan nelayan Indonesia.
Salah satu penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan, di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, beberapa waktu lalu. (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan) |
"Jadi tidak ada kepentingan politik. Banyak kepentingan yang terganggu, iya. Yang dulu enak, sekarang tidak enak, iya. Tapi itu yang harus dikerjakan," kata mantan Wali Kota Solo ini.
Susi, yang tak menyelesaikan jenjang Sekolah Menengah Atas, pernah digoda politikus Partai Gerindra sekaligus Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilu 2019.
Lihat juga:BPK: Pelarangan Cantrang Kurang Persiapan |
Presiden Jokowi pun pernah menggoda Susi soal posisi Wakil Presiden karena memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk mengeruk sungai agar kapal nelayan bisa lewat Pantai Pangandaran.
"Yang perintah mestinya bukan Ibu Susi. Yang perintah itu Presiden. Jangan-jangan Bu Susi pengen jadi presiden, pengen jadi Wapres, ini kelihatannya," guyon Presiden saat itu.
"Kalau itu panggilan negara, memang harus semua warga negara harus siap. Tapi saya ini cuma pembantu presiden, sudah, titik," kata Susi saat ditemui di kediamannya di daerah Jakarta Selatan, Sabtu (7/4). (arh/pmg)
Salah satu penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan, di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, beberapa waktu lalu. (