Hal itu menyusul peristiwa kerusuhan di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok Selasa (8/5) malam.
"Mendorong Kementerian Hukum dan HAM [Kemenkumham] untuk melakukan evaluasi terhadap rasio jumlah sipir yang tidak berbanding lurus terhadap jumlah tahanan guna mengantisipasi terulangnya kerusuhan di dalam lapas," kata Bambang, dalam pesan singkatnya, Rabu (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Kemenkumham diminta untuk lebih meningkatkan program-program pembinaan tahanan yang berkaitan dengan kerohanian dan keterampilan.
"Serta meningkatkan kewaspadaan dan keamanan terhadap setiap tahanan," ujarnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi dan menyebarkan berita yang belum dikonfirmasi kebenarannya.
Sebelumnya terjadi kerusuhan di Mako Brimob, Depok, Selasa (8/5). Polisi mengklaim kerusuhan terjadi karena salah paham terkait kiriman makanan antara tahanan dan aparat.
Karopenmas Brigjen Muhammad Iqbal menyampaikan enam orang tewas dalam bentrokan kali ini. Lima di antaranya berasal dari pihak aparat, sedangkan satu lainnya dari pihak tahanan. (arh/asa)