Wiranto Sebut Tim Khusus JAD Dibuat Usai Revisi UU Terorisme

FHR, CNN Indonesia | Senin, 14/05/2018 16:38 WIB
Wiranto Sebut Tim Khusus JAD Dibuat Usai Revisi UU Terorisme Menko Polhukam Wiranto mengatakan pemerintah bakal membentuk tim khusus mengantisipasi jaringan teror JAD sebagai tindak lanjut revisi UU Terorisme. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan pemerintah bakal membentuk tim khusus untuk mengantisipasi Jaringan kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) sebagai tindak lanjut dari revisi Undang-Undang Terorisme jika sudah disahkan.

Kelompok itu diyakini berada di balik serangan teror bom Surabaya yang menewaskan belasan orang dalam dua hari terakhir.


"Tentunya kelanjutan dari perbaikan UU anti-terorisme itu akan banyak kegiatan-kegiatan," kata Wiranto dalam konferensi pers di rumah dinasnya di bilangan Jakarta Selatan, Senin (14/5).


Menurut Wiranto, revisi UU Terorisme perlu segera diselesaikan karena aturan yang ada saat ini masih banyak celah, sehingga belum cukup maksimal untuk melindungi masyarakat. Dia menekankan revisi UU Terorisme tidak akan digunakan untuk kepentingan politik dan merugikan masyarakat.

"Tidak akan digunakan untuk kepentingan politik, tapi semata-mata untuk mempersenjatai aparat keaman kita bukan dengan pistol atau senapan, tidak. Tapi dengan otoritas dan payung hukum, sehingga aparat bisa bertindak dini selesaikan masalah ini," kata Wiranto.

Sebelumnya, serangan bom terjadi secara beruntun di Surabaya, Jawa Timur. Kemarin, serangan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Jawa Timur. Sampai saat ini tercatat 13 orang tewas dan 41 orang luka-luka atas kejadian itu.
Ledakan bom juga terjadi di salah satu tempat tinggal di Rumah Susun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo. Dua anak-anak terluka dan tiga orang tewas atas kejadian itu.

Diduga kuat ledakan itu tidak sengaja terjadi saat pelaku sedang merakit bom. Saat penggeledahan, polisi menemukan sisa bom aktif dan bahan-bahan pembuat bom.

Pagi hari ini kantor Mapolrestabes Surabaya juga menjadi sasaran peledakan bom. Ledakan terjadi dua kali, yakni sekitar pukul 08.50 WIB dan pukul 10.20 WIB.

Empat anggota polisi mengalami luka-luka dan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan berdasarkan pantauan dari CCTV, pelaku diduga menggunakan motor dan membawa perempuan dan anak kecil.

(aal/asa)