Kelompok itu diyakini berada di balik serangan teror bom Surabaya yang menewaskan belasan orang dalam dua hari terakhir.
"Tentunya kelanjutan dari perbaikan UU anti-terorisme itu akan banyak kegiatan-kegiatan," kata Wiranto dalam konferensi pers di rumah dinasnya di bilangan Jakarta Selatan, Senin (14/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak akan digunakan untuk kepentingan politik, tapi semata-mata untuk mempersenjatai aparat keaman kita bukan dengan pistol atau senapan, tidak. Tapi dengan otoritas dan payung hukum, sehingga aparat bisa bertindak dini selesaikan masalah ini," kata Wiranto.
Diduga kuat ledakan itu tidak sengaja terjadi saat pelaku sedang merakit bom. Saat penggeledahan, polisi menemukan sisa bom aktif dan bahan-bahan pembuat bom.
Pagi hari ini kantor Mapolrestabes Surabaya juga menjadi sasaran peledakan bom. Ledakan terjadi dua kali, yakni sekitar pukul 08.50 WIB dan pukul 10.20 WIB.
Empat anggota polisi mengalami luka-luka dan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung mengatakan berdasarkan pantauan dari CCTV, pelaku diduga menggunakan motor dan membawa perempuan dan anak kecil.
(aal/asa)