ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Bom Surabaya

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 13/05/2018 18:05 WIB
ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Serangan Bom Surabaya ISIS menyatakan mereka mengklaim serangan menewaskan sebelas orang itu melalui kantor berita mereka, Amaq Newws Agency. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Surabaya hari ini diguncang tiga serangan bom di gereja berbeda. Di tengah hiruk pikuk itu, kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) menyatakan mereka bertanggung jawab atas peristiwa itu.

"ISIS bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Kota Surabaya, yang menewaskan sebelas orang dan melukai 41 orang," tulis ISIS melalui kantor berita mereka, Amaq News Agency, sebagaimana dilansir oleh situs siteintelgroup.com, Minggu (13/5).

Bom pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel pada pukul 06.30 WIB. Lantas bom kedua meletup di Gereja kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro pukul 07.15 WIB, disusul serangan bom ketiga di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno pada pukul 07.53 WIB.



Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan para pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya masih memiliki hubungan keluarga.

"Pelaku ini diduga satu keluarga yang melakukan serangan. Dari tadi pagi, tim Alhamdulillah sudah (melakukan investigasi)," kata Tito di Surabaya.

Tito menjelaskan pelaku serangan bom diduga adalah satu keluarga, terdiri dari pasangan suami istri beserta empat anaknya.

Pelaku D bersama istrinya K dan dua anaknya, berangkat menggunakan Toyota Avanza yang telah dipasang bom. Mobil dikendarai oleh D.


Awalnya D menurunkan istrinya berinisial K dan dua anak perempuannya FS (12) dan VR di gereja di GKI jalan Diponegoro, dan kemudian D membawa mobil diduga berisi bom menuju Gereja Pantekosta.

Sementara itu, dua anak laki-laki pasangan D dan K, berinisial Y dan Ir, berangkat terpisah menggunakan motor ke Gereja Santa Maria.

"Semua adalah serangan bom bunuh diri," kata Tito.

Menurut Tito, ledakan paling besar terjadi di Gereja Pantekosta, karena menggunakan bom mobil. Setelah semua keluarga diturunkan di posisi masing-masing, D kemudian meledakan mobil tersebut di Gereja Pantekosta.


Tito belum dapat memastikan latar belakang kelompok tersebut, namun, dia mengatakan mereka tak lepas dari kelompok JAD dan JAT yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia.

"JAD dipimpin Aman Abdurrahman. Kelompok satu keluarga ini terkait JAD Surabaya. Aksi ini kita duga motifnya, ISIS ini ditekan oleh kekuatan dari Barat, Rusia, kemudian memerintahkan semua jaringan di luar, untuk melakukan serangan di seluruh dunia," kata Tito. (ayp/asa)