Mantan Napi Teror Sebut Indonesia Jadi Arena Baru Eks ISIS

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 14/05/2018 14:24 WIB
Mantan Napi Teror Sebut Indonesia Jadi Arena Baru Eks ISIS Eks napi terorisme Ali Fauzi menyebut pelaku teror bom Surabaya terafiliasi dengan ISIS. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan narapidana terorisme yang juga pentolan Jama'ah Islamiyah, Ali Fauzi  menyebut para pelaku teror bom di Surabaya, Jawa Timur berafiliasi dengan kelompok radika ISIS. Ali menyebut, kelompok yang terafiliasi ISIS adalah dalang aksi teror yang terjadi dalam kurun waktu 2010-2018.

"Dilihat dari model serangannya, ini kelompok yang berafiliasi ISIS. Artinya mereka yang melakukan aksi pada  tahun 2010 hingga 2018," kata Ali yang juga adik kandung terpidana mati  bom bali, Amrozi, ini saat dihubungi, Senin (14/5).

Menurutnya, sebelum tahun 2010, pelaku berafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII).

Ali menduga, kekalahan ISIS di Syiria dan Irak menjadikan para pengikut ISIS menjadikan negara asal mereka sebagai medan perang baru.

"Kalau tinggal di Indonesia, maka yang dipilih adalah Indonesia. Kalau tinggal di Malaysia, maka yang dipilih juga Malaysia," kata Ali. 

Ali Fauzi juga menduga, kerusuhan di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob membuat para pelaku melakukan aksi balas dendam. Hanya saja, aksi balas dendam tersebut memang sudah bisa diprediksi polisi, tetapi belum mampu terdeteksi kapan waktu dan lokasinya. 


"Polisi kesulitan untuk memetakan waktu dan tempat yang menjadi sasaran para teroris. Kebetulan saja yang dipilih kali ini adalah Surabaya yang menjadi sasaran," kata Ali.

Bahkan menurutnya, Amerika juga pernah jadi sasaran teror karena sulitnya mendeteksi pelaku yang bermain di bawah tanah. (dik/sur)