JK soal Aksi Teror: Masuk Surga Tak Semudah Itu

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Selasa, 15/05/2018 11:03 WIB
JK soal Aksi Teror: Masuk Surga Tak Semudah Itu Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini pelaku teror bom di Surabaya akan masuk neraka. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengutuk rentetan aksi teror yang terjadi di Surabaya, kemarin. JK meyakini para teroris yang melakukan aksi bunuh diri itu tak akan masuk surga seperti yang mereka yakini selama ini.

"Saya yakin masuk surga tidak mungkin diperoleh semudah itu. Pasti ujungnya masuk neraka yang seperti itu, Allah pasti berikan hukuman setimpal," ujar JK saat memberikan sambutan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5).

JK pun menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam aksi teror tersebut. Menurutnya, hal itu tak lepas dari proses 'cuci otak' tentang terorisme yang begitu kuat.


"Kita sangat menyayangkan anak-anak ini. Begitu hebatnya cuci otak itu yang merusak seluruh bangsa ini," katanya.


Selain dari polisi dan TNI, menurut JK, masyarakat juga perlu mengawasi dan memberikan informasi tentang keberadaan orang yang berpotensi melakukan aksi teror. Sebab, menurutnya, tak mudah bagi polisi maupun TNI mengawasi gerak-gerik masyarakat di seluruh Indonesia.

"Polisi/TNI sudah melakukan hal sedemikian rupa, tapi penduduk kita 260 juta tidak bisa diawasi semua. Maka harus saling lapor, awasi," tutur JK.

JK tak menampik bahwa aksi teror itu akan berdampak pada penyelenggaraan Asian Games Agustus mendatang. Menurutnya, hal itu wajar jika kemudian membuat pendatang khawatir mengunjungi Indonesia.

"Misalnya terjadi sesuatu di Pakistan, orang asing pasti takut masuk. Padahal mungkin terjadi di utara Pakistan. Sama seperti ini, Asian Games di Jakarta dan Palembang, kejadiannya kemarin di Surabaya. Maka kita harus sama-sama atasi itu," ucapnya.

Rentetan bom bunuh diri mengunggang beberapa tempat di Surabaya. Serangan bom di tiga gereja di Surabaya disusul ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Minggu (13/5). Pada Senin (14/5), giliran Mapolrestabes Surabaya diserang ledakan bom bunuh diri.

(gil)