Pasutri yang Ditangkap Densus 88 Pernah Buka Warung Nasi

Feri Agus, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 00:51 WIB
Pasutri yang Ditangkap Densus 88 Pernah Buka Warung Nasi Fauzan alias Ujang, terduga teroris yang baru ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di Dukuh Pakis, Surabaya, Selasa (15/5), pernah berjualan warung nasi. (Foto: CNN Indonesia/FeriAgusSetyawan)
Surabaya, CNN Indonesia -- Fauzan alias Ujang, terduga teroris yang baru ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di rumah orang tuanya, Jalan Abdul Wahab Siamin, Dukuh Pakis, Surabaya, Selasa (15/5) malam, pernah berjualan warung nasi. Namun, kini Fauzan sudah tak lagi membuka warung nasi.

Hal tersebut disampaikan Agus, seorang pemilik warung kopi di Jalan Abdul Wahab Siamin, berada di seberang rumah orang tua Fauzan.

"Jual penyetan (warung nasi), ada tempe penyet, ayam goreng, lalapan gitu," kata Agus.



Agus menuturkan Fauzan membuka warung nasi itu di dalam rumah orang tua. Menurut dia, warung nasi yang dibuka Fauzan sudah tutup sejak beberapa tahun lalu. Namun, Agus tak mengetahui pasti kenapa Fauzan menutup warung nasi tersebut.

"Warung nasi itu dibuka di dalam rumah orang tuanya" kata dia.

Agus mengaku terakhir bertemu dengan Fauzan dua minggu lalu. Ia jarang berbincang dengan Fauzan. Meskipun demikian, menurut Agus, Fauzan masih kerap menyapa ketika lewat di depan warung kopinya.

"Dia (Fauzan) sering menyapa, kalau istrinya tertutup, selalu di rumah," ujarnya.


Fauzan ditangkap Tim Densus 88 bersama istrinya Emi Lestari alias Mia (36) sekitar pukul 20:00 WIB. Agus mengaku tak pernah melihat istri Fauzan. Menurut dia, istri Fauzan mengenakan cadar, yang menutupi wajahnya.

Agus menyebut Fauzan dan kedua orang tuanya sudah lama tinggal di Jalan Abdul Wahab Siamin. Menurutnya, ayah Fauzan merupakan tukang jahit, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga. Di tembok rumah orang tua Fauzan tertulis 'rumah ini dijual'

"Sampai sekarang rumah itu belum laku kayanya," tuturnya.

Belum ada keterangan resmi terkait penangkapan malam ini. Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera belum membalas pesan singkat maupun telepon saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.


Sebelumnya, Tim Densus 88 melakukan penyergapan terhadap terduga teroris, DS alias T di rumah kosannya, di Kecamatan Tandes, Surabaya. Namun, DS tewas lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap.

Dalam penyergapan T tersebut, polisi turut mengamankan istrinya, S (33) dan anak-anaknya masing-masing berinisial DVN, AIS dan HAA. Penyergapan terhadap T diduga sebagai bagian dari operasi penindakan terhadap para terduga teroris usai rentetan teror bom di Surabaya, Minggu (13/5) dan Senin (14/5). (rah/rah)