Menag Bersyukur Puasa Pemerintah Sama dengan Muhammadiyah

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 05:40 WIB
Menag Bersyukur Puasa Pemerintah Sama dengan Muhammadiyah Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin bersyukur bahwa penetapan 1 Ramadan 1439 H pada hari Kamis, 17 Mei 2018 sama dengan keputusan Muhammadiyah. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin bersyukur bahwa penetapan 1 Ramadan 1439 H pada hari Kamis, 17 Mei 2018 sama dengan keputusan Muhammadiyah.

"Tentu sebagaimana yang disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini berkah dari Allah. Ini anugerah dari Tuhan bahwa tahun ini kita kembali bersama-sama mengawali puasa di bulan Ramadan," kata Lukman usai konferensi pers penetapan 1 Ramadan 1439 H di kantornya, Selasa (15/5).

Dengan demikian, Lukman mengimbau agar momen Ramadan ini menjadi ajang untuk umat Muslim menyebarkan kebaikan kepada seluruh masyarakat.



Menurut Lukman, inti ajaran Islam yang sesungguhnya adalah menebarkan rahmat bagi segenap bangsa. Oleh karenanya, kebersamaan itu memiliki makna yang sangat besar.

Lukman pun meminta agar masyarakat menambah kehati-hatian pascaserangan bom di Surabaya yang terjadi selama dua hari terakhir.

"Berkaitan dengan peristiwa-peristiwa teror di Surabaya, tentu ini harus benar-benar kita ambil hikmahnya, setidaknya kita harus meningkatkan kewaspadaan diri masing-masing," ujarnya.

Tindakan seperti itu, kata Lukman, secara langsung atau tidak langsung seringkali dikaitkan dengan agama.


Lukman mengimbau agar masyarakat mampu menegaskan bahwa terorisme tidak ada kaitannya dengan ajaran agama apapun, terlebih agama Islam yang mengutamakan kedamaian.

"Oleh karenanya menjadi tantangan bagi pemuka agama dan para kiai, pimpinan ormas keagamaan dan kita semua tentunya di dalamnya kami Kemenag, untuk semakin lebih proaktif menjelaskan esensi ajaran islam yang menebarkan rahmat, kasih sayang, dan kedamaian oleh sesama umat manusia," kata Lukman.

Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Awal puasa tahun ini ditetapkan esok lusa karena hari ini hilal atau bulan baru penanda pergantian bulan belum tampak.


Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab atau perhitungan. Sementara pemerintah, selain metode hisab, juga memberlakukan metode rukyatul hilal atau pengamatan hilal langsung. (rah/rah)