Marak Teror dan Bincang Serius Para Jenderal di Rapat Kabinet

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 17:47 WIB
Marak Teror dan Bincang Serius Para Jenderal di Rapat Kabinet Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN berbincang serius sebelum sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/5). (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah jenderal terlihat berbincang bersama sebelum sidang kabinet paripurna di Istana Negara siang ini. Mereka yang terlihat berbincang adalah Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purnawirawan) Budi Gunawan, dan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto.

Dalam rapat tersebut, Tito, Hadi, dan Budi Gunawan duduk sejajar. Ketiga sempat berbincang bersama. Hadi serta Budi bahkan nampak saksama mendengarkan Tito berbicara.

Tak lama setelah itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menghampiri mereka. Tito, Hadi, dan Budi langsung berdiri sambil berbincang dengan Pratikno.


Tito memperlihatkan data dalam makalah tentang kelompok teroris yang ia bawa kepada Pratikno. Setelah itu, mereka kembali berdiskusi.

Meski tak terdengar apa yang mereka bicarakan, namun raut muka Tito dan Hadi terlihat serius.

Para jenderal dan sejumlah menteri langsung kembali ke tempat duduk karena Jokowi dan JK tiba di ruang sidang kabinet.

Dalam sidang kabinet, Jokowi menginstruksikan Kapolri, Kepala BIN, dan Panglima TNI menjamin keamanan Indonesia terutama jelang ramadan.

Jaminan keamanan, kata Jokowi, membuat umat muslim menjalankan ibadah puasa dengan perasaan aman serta damai.

Indonesia dalam satu pekan terakhir diguncang serangkaian teror bom dan serangan dari sejumlah terduga teroris.

Peristiwa pertama terjadi pada Minggu (12/5), di tiga gereja di Surabaya yang jadi sasaran bom bunuh diri. Kemudian, pada malam harinya, bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo.

Keesokan paginya Mapolrestabes Surabaya diserang bom bunuh diri dan hari ini, Mapolda Riau diserang oleh empat terduga teroris.

Rangkaian serangan itu menyebabkan korban jiwa dan luka baik dari teroris, polisi, maupun warga. (wis)