Prabowo dan Moeldoko Kompak Soal TNI Terlibat Atasi Terorisme

Christie Stefanie & Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 05:37 WIB
Prabowo dan Moeldoko Kompak Soal TNI Terlibat Atasi Terorisme Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendadak menyambangi Gedung DPR RI. Jakarta.Rabu 16 Mei 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan mendukung TNI dilibatkan sejak awal bersama kepolisian dalam menanggulangi bahaya terorisme di Indonesia.

"Di bangsa lain pun tentara mereka digunakan. Jadi ya menurut saya sekarang terasa pentingnya TNI diikutsertakan," ujar mantan Pangkostrad tersebut saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/5).


Prabowo mengatakan bahwa TNI memiliki peran besar dalam menjaga keutuhan negara. Atas dasar itu, ia menilai tak salah militer turut dilibatkan dengan lebih optimal dalam rangka menjaga keamanan bangsa demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.


"Tapi jangan langsung anggap ini militerisme, enggak," katanya.

Dia mengatakan semua komponen bangsa mesti bersatu padu dalam menanggulangi bahaya terorisme. Bahkan, kata pria yang juga pernah menjadi Komandan Jenderal Kopassus itu mengatakan kader Gerindra pun siap diterjunkan untuk membantu melakukan penjagaan objek-objek vital jika diperlukan, termasuk berbagai tempat ibadah.

"Kalau gereja perlu bantuan keamanan, kader-kader kita harus mau. Kalau wihara, pura, di tempat di mana mereka merasa terancam, saya juga perintahkan kader-kader Gerindra," katanya.

Jokowi Setuju Koopssusgab

Di tempat terpisah, di Istana Kepresidenan, Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui penghidupan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI dalam menangani terorisme.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI sudah direstui Presiden dan diresmikan kembali Panglima TNI," kata mantan Panglima TNI tersebut, Rabu (16/5).

Prabowo dan Moeldoko Kompak Soal TNI Terlibat Atasi TerorismeMoeldoko. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Koopssusgab merupakan satuan TNI yang menanggulangi ancaman terorisme secara cepat seperti Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) Polri.

Satuan ini merupakan gabungan tiga matra TNI yang berasal dari Sat-81 Gultor Komando Pasukan Khusus milik TNI AD, Detasemen Jalamangkara TNI AL, dan Satbravo 90 Komando Pasukan Khas dari TNI AU.

Moeldoko menyatakan satuan tugas TNI yang dibentuk di bawah kepemimpinannya saat menjabat panglima akan berada di bawah komando Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, meskipun dalam tugasnya berkoordinasi dengan Polri.

"Tugas teknisnya seperti apa nanti dikomunikasikan antara Kapolri dan Panglima TNI," ujar Moeldoko.

Penghidupan kembali Koopssusgab ini, kata dia, dinilai perlu menyikapi rangkaian serangan teror yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sejak pekan lalu.


Oleh sebab itu, Moeldoko menegaskan peresmian kembali Koopssusgab tidak perlu menunggu pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme.

"Sekarang pasukan sudah disiapkan. Operasi harus dijalankan untuk preventif agar masyarakat merasa tenang. Perannya tetap membantu Kepolisian. Nanti kalau UU sudah turun akan kami sesuaikan," ucapnya.

Moeldoko meyakini satuan ini dapat mengoptimalkan kekuatan mulai dari tingkat intelijen hingga unsur represif di lapangan. Sehingga, klaimnya, satuan tersebut tidak akan tumpang tindih dengan Densus 88.

"Ya itu kan bersatu. Di situ seluruh kekuatan yang ada di Kepolisian, semuanya, Densus 88 atau yang lain-lain," ujar politikus Hanura ini.