Teroris Mapolda Riau Kompak Gunakan Kaus Kaki Loreng Tentara

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 10:43 WIB
Teroris Mapolda Riau Kompak Gunakan Kaus Kaki Loreng Tentara Empat terduga teroris tewas usai mencoba menyerang Mapolda Riau. (ANTARA FOTO/Retmon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepatu bot merek Caterpillar dan kaus kaki bermotif loreng-loreng berwarna hijau ala tentara seragam dikenakan empat terduga pelaku penyerangan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau.

Selain itu, dua item pakaian lain serupa yang dikenakan para terduga pelaku ialah ikat kepala berwarna hitam dan sebo atau penutup wajah dengan motif loreng-loreng berwarna hijau ala tentara.

Selebihnya, mereka membawa senjata tajam yang berbeda, mulai dari sangkur, badik kecil, samurai, hingga pisau lipat.



Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Sunarto menginformasikan seluruh barang-barang yang dikenakan keempat terduga pelaku telah disita oleh penyidik untuk menjadi alat bukti dalam proses penyidikan.

"Barang bukti diamankan dari empat lokasi di halaman Mapolda Riau adalah sangkur, samurai, satu gulung bendera warna hitam, sebo loreng, celana, pisau lipat, pelindung lutut, sepatu warna hitam merek Caterpilar, kaus kaki loreng," kata Sunarto saat memberikan keterangan pers di Mapolda Riau, Pekanbaru pada Rabu (16/5) sore.


Saat menggeledah mobil merek Toyota Avanza dengan nomor polisi BM 1192 SQ, polisi menemukan sejumlah barang yang kemudian disita untuk menjadi alat bukti.

Barang-barang itu antara lain dua buah jaket berwarna biru dan hitam, rangkaian kabel, kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), serta sebuah dompet berisi uang senilai Rp170 ribu.

Kemudian, polisi juga menemukan sepasang sepatu berbeda merek, yakni Nike dan Adidas, satu buah jam tangan merek Casio, serta satu bendera warna hitam yang tidak diketahui tulisannya.

"Semua kami sita, termasuk kunci dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil," katanya.


Namun demikian, Sunarto belum dapat memastikan jumlah penumpang yang berada di mobil tersebut saat mencoba menerbos pagar Mapolda Riau untuk melancarkan serangan teror.

Dia berkata, penyidik kepolisian masih melakukan pengejaran dan belum memberikan informasi.

"Belum bisa dipastikan jumlah orang di dalam mobil. Ada yang melarikan diri (sedang) kami kejar, belum mendapatkan informasi dari anggota yang di lapangan," tutur Sunarto.


Sekelompok terduga teroris melakukan penyerangan ke Mapolda Riau Rabu (16/5) sekira pukul 09.00 WIB hingga menyebabkan satu anggota polisi meninggal, serta dua personel lainnya dan seorang jurnalis terluka.

"Ada sebuah mobil yang menerobos ke Mapolda Riau. Mobil Avanza dengan plat nomor BM 1192 SQ," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat jumpa media di Mabes Polri, Rabu (16/5).

Mobil yang menerobos gerbang Polda Riau sempat dihalangi oleh anggota Polda Riau. Empat terduga teroris kemudian keluar dari mobil tersebut dan menyerang dengan senjata tajam berupa samurai, menyebabkan dua aparat terluka.

Inisial keempat terduga pelaku yang akhirnya tewas setelah ditembak mati aparat kepolisian itu adalah PG (23), AS (23), SU (27), dan ME (47).



[Gambas:Video CNN] (DAL)