Fahira menilai keputusan Pemprov DKI tersebut tepat sehingga predikat Pemprov DKI sebagai satu-satunya institusi pemerintah yang memiliki saham di perusaahaan bir akan hilang.
"Saya berharap dan meminta, semua fraksi di DPRD DKI Jakarta memuluskan rencana penjualan saham ini," kata Fahira dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (17/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, kata Fahira masyarakat menilai tidak pantas sebuah institusi pemerintah memiliki saham perusahaan yang tidak berkaitan dengan kepentingan publik.
Lebih lanjut, Fahira berharap di bulan Ramadan ini DPRD DKI Jakarta sudah bisa memberikan keputusan terkait keputusan Anies-Sandi melepas saham di perusahaan bir tersebut.
Apalagi, lanjutnya sejumlah fraksi di DPRD DKI Jakarta sudah menyatakan dukungan terhadap keputusan itu.
"Saya berharap di bulan Ramadan ini proses penjualan saham ini bisa dilangsungkan segera," ucap Fahira.
"Pemprov DKI Jakarta memastikan akan melepas 26,25 persen saham di perusahaan PT Delta Djakarta, perusahaan pembuat bir, jadi 26,25 itu kita pasti dilepas. Jadi ini bukan akan, tapi pasti dilepas," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswean.
Anies mengatakan proses pelepasan saham tersebut tinggal menunggu proses di konsultan dan persetujuan DPRD DKI. Ia pun yakin DPRD akan menyetujui keputusan Pemprov DKI untuk melepas saham tersebut. (wis)